INFOJAMBI.COM – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Merangin, Jambi. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.
Kabut asap mulai dirasakan masyarakat, khususnya pengguna jalan. Kondisi ini membuat jarak pandang pengendara berkurang dan berpotensi mengganggu keselamatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Baca Juga: Zola Launching Pergub Pengendalian Karhutla
Pantauan di lapangan menunjukkan kabut asap terlihat menyelimuti wilayah Kecamatan Bangko, Nalo Tantan, hingga Batang Mesumai. Jarak pandang pengendara disebut hanya sekitar 100 meter, sehingga sejumlah pengendara terpaksa menyalakan lampu kendaraan untuk membantu melihat kondisi jalan.
Salah seorang pengendara, Wawan, mengatakan kabut asap sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak sekitar satu pekan terakhir. Namun, menurutnya, kondisi pada Rabu (26/7) terasa jauh lebih pekat dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Baca Juga: Hadapi Kemarau, Ini Strategi Bupati Tanjabbar...
"Sudah satu minggu, Bang, kabut asap ini terasa. Hari ini yang paling pekat. Pandangan saya mulai memudar saat berkendara di jalan," ujar Wawan.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan serta dampak kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Gubernur Jambi Launching Pergub Pengendalian Karhutla
"Saya berharap pemerintah bisa sesegera mungkin mengatasi karhutla dan kabut asap ini agar tidak berdampak kepada masyarakat," harapnya.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh, indeks pencemaran udara di Kabupaten Merangin dilaporkan mencapai sekitar 110 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut menunjukkan kualitas udara perlu mendapat perhatian serius.
Kondisi kabut asap tidak hanya berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat terbatasnya jarak pandang. Masyarakat pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama di wilayah yang diselimuti kabut asap.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Merangin disebut belum mengeluarkan status tanggap darurat terkait penanganan kabut asap yang terjadi di wilayah tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah bersama pihak terkait segera melakukan langkah penanganan terhadap karhutla dan dampak asap, sehingga kondisi udara serta aktivitas masyarakat dapat kembali normal. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com