Senin, 20 Agustus 2018 | 17:46

Kalahkan Cavs 4-0, Warriors Juara NBA 2018

Laporan Bambang Subagio


INFOJAMBI.COM – Klub basket NBA Golden State Warriors akhirnya menjadi juara NBA musim 2018 setelah di gim keempat menaklukan Cleveland Cavaliers dengan skor 108-85 di Quicken Loans Arena, Cleveland Ohio, Amerika Serikat. Dengan demikian Warriors unggul 4-0 atas Cleveland dalam final NBA yang menggunakan sistem best of seven itu.

Stephen Curry yang tampil kurang gemilang di tiga gim sebelumnya, bermain cemerlang di gim keempat dengan mencetak mencetak 37 poin dengan 7 kali three points, 6 rebound, 4 asis, 3 steal, dan 3 blok plus gelar juara kaliketiga dalam empat musim.

Sementara rekannya Kevin Durant yang terpilih menjadi Most Valuable Player (MVP) final NBA 2018, membukukan tripel-dobel 20 poin, 12 rebound, dan 10 asis. Durant yang bisa dipanggil KD, telah mengemas dua gelar juara dan pemain terbaik final dalam dua musim berturut-turut.

Klay Thompson mencatat 10 poin, sementara Draymond Green membuat performa bertahan dan menyerang apik juga punya peran tersendiri. Green membuat 9 poin, 3 rebounds, 9 assists, dan 3 blok, serta tampil baik menjaga pertahanan. Sementara Andre Iguodala mampu menambah 11 poin dari bench. Cavaliers pun dibuat tak berkutik.

Bintang Cavs, LeBron James yang mengalami cedera kaki akibat salah tumpuan saat terjatuh di gim ketiga, hanya mencetak 23 poin, 7 rebounds, dan 8 assists, namun tak mendapatkan dukungan cukup dari rekan-rekannya. James menjadi pencetak poin terbanyak, dengan Kevin Love bikin 13 poin, disusul JR Smith dan Rodney Hood dengan 10 poin. Meski cukup bagus dalam rebound, tapi Cavaliers kesulitan mengembangkan permainan di bawah tekanan Warriors

Raihan Warriors merebut gelar juara NBA 2018 ini juga memastikan gelar juara keenamnya sepanjang sejarah sekaligus membuat Durant dkk berhasil mempertahankan gelar untuk kali pertama dalam sejarah dan dinasti pun terbangun. Warriors bergabung dengan klub-klub legendaris yang pernah membangun dinastinya di NBA, seperti: Boston Celtics, Los Angeles Lakers, San Antonio Spurs dan Chicago Bulls. “Saya tahu apa yang kami raih ini sangat berarti dan merupakan sesuatu yang tidak semua pemain bisa rasakan,” ujar Curry tentang pencapaiannya, seperti dikutip Dan Devine dari Yahoo! Sports.

Atas gelar juara NBA untuk ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir (2015, 2017 dan 2018) ini, Curry ingin melanjutkan tren positif. Bahkan Curry tidak peduli jika dirinya tidak menjadi pemain terbaik final asalkan timnya terus juara dalam waktu yang lama. Ia ingin mendirikan sebuah dinasti Warriors.

Editor Wahyu Nugroho

Kategori Olahraga

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.