Rabu, 22 November 2017 | 23:20

Kanal WKS Diduga Penyebab Terendamnya 160 Hektar Kebun Warga

Kebun warga terendam || raini
Kebun warga terendam || raini

KUALATUNGKAL — Kanal PT Wira Karya Sakti (WKS) merendam lahan kebun warga, di Desa Sungaibaung, Pengabuan, Tanjabbar, sejak tiga minggu terakhir.

Diperkirakan sekitar 160 hektar lahan perkebunan warga terkena dampak luapan air kanal. Selain itu, air juga merendam akses masuk ke desa dan rumah-rumah warga. Aktifitas warga pun terganggu.

Ramli (40), warga Desa Sungaibaung, mengkui dua hektar kebunnya hampir sebulan terendam. Seluruh tanaman sayuran miliknya hancur. Padahal sebentar lagi kebun itu mau panen.

“Sudah pasti gagal panen, habis kena banjir. Habis semuanya. Sayuran yang saya tanam, kacang, timun dan cabe, mati akibat terendam,” ujar Rali sedih.

Menurut Ramli, selama ini tidak pernah banjir sampai sebesar sekarang. Dulu kalau ada banjir, tidak pernah air bertahan lama, apalagi sampai berminggu-minggu. Banjir kali ini sangat merugikan warga.

Ramli menuding banjir disebabkan oleh meluapnya air dari kanal PT WKS. Ramli dan warga lainnya melihat langsung air kanal WKS di ujung desa mereka meluap.

“Itu yang menyebabkan air di kebun kami tidak bisa surut,” beber Ramli.

Tanaman sayuran milik Ramli dan warga Desa Sungaibaung sudah akan masuk masa panen. Biasanya warga bisa panen 1 – 2 ton sayuran. Tapi gara-gara terendam semua tanaman itu mati.

“Penyebab utamanya, air terlalu lama menggenangi kebun,” kata warga lainnya.

Kepala Desa (Kades) Sungaibaung, Abdul Hamid, membenarkan adanya ratusan hektar lahan perkebunan warganya terendam banjir. Dia juga mendapat laporan langsung dari Kepala Dusun Karyabaru, Katno.

“Kerugian petani sangat besar. Banjir merendam desa kami sejak tiga pekan terakhir,” ungkap Hamid.

Hamid menjelaskan, ada sekitar 160 hektar kebun yang terendam. Hewan ternak juga banyak yang mati. Air bahkan sudah masuk ke rumah warga.

Hanya saja Hamid belum bisa memastikan banjir tersebut disebabkan oleh luapan air dari kanal WKS. Meski begitu Hamid mengaku sudah menerima laporan warganya soal kanal yang menjadi musabab banjir.

“Secepatnya saya cari tahu penyebab banjir yang sudah berminggu-minggu ini,” kata Hamid. (infojambi.com/D)

Laporan : Raini




Kategori Lensa

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.