Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis, Pinang Betara Sah Jadi Identitas Tanjung Jabung Barat

Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, menerima sertifikat Indikasi Geografis untuk komoditi Pinang Betara dari Kanwil Kemenkum Provinsi Jambi, Kamis.

Reporter: BB | Editor: Admin
Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis, Pinang Betara Sah Jadi Identitas Tanjung Jabung Barat
Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, menerima sertifikat Indikasi Geografis untuk komoditi Pinang Betara dari Kanwil Kemenkum Provinsi Jambi, Kamis | foto : dki-tjb

INFOJAMBI.COM — Komoditas Pinang Betara kini resmi mendapatkan perlindungan hukum dan pengakuan internasional, terkait keaslian asal-usul produknya. 

Langkah ini ditandai dengan penyerahan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi kepada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Baca Juga: Pemkab Tanjab Barat Apresiasi Tanoto Foundation Gelar Pelatihan

Penyerahan dokumen legalitas komersial tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tanjabbar, Kamis (11/6/2026). Sertifikat ini menjadi bukti otentik atas karakteristik khas, mutu, serta reputasi unggul yang melekat pada tanaman pinang varietas lokal tersebut.

Melalui legalitas ini, produk andalan para petani di pesisir Jambi tersebut diharap terhindar dari pemalsuan nama oleh wilayah lain. Efek lanjutannya dinilai mampu mendongkrak nilai tawar komoditas agro tersebut, saat memasuki pasar domestik maupun global.

Baca Juga: ANSHAR Ingatkan Simpatisan dan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi, Jonson Siagian, memberi apresiasi tinggi terhadap keseriusan jajaran Pemkab Tanjabbar mematenkan aset komunalnya. Penyelamatan hak komunal dinilai krusial, agar nilai ekonomi dari produk tersebut tidak dinikmati pihak luar secara ilegal.

“Kami sangat mengapresiasi langkah aktif Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sertifikat Indikasi Geografis ini bentuk perlindungan keaslian nama dan kualitas Pinang Betara agar tidak diklaim atau disalahgunakan pihak lain. Ini modal kuat untuk menembus pasar ekspor dengan identitas daerah yang sah dan diakui,” ujarnya.

Baca Juga: Dua Pesan Khusus KH Saman Awang untuk Anwar Sadat

Dukungan senada juga diutarakan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jambi, Sri Argunaini. Ia menekankan, keistimewaan Pinang Betara lahir dari perpaduan faktor alam dan kondisi geografis spesifik bumi Tanjung Jabung Barat.

“Setelah memperoleh sertifikat ini, tugas kita bersama menjaga konsistensi mutu dan kualitas produk. Kami siap mendukung pengembangan serta diversifikasi produk turunan pinang, agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, menyatakan rasa syukur mendalam atas keberhasilan perjuangan sertifikasi ini. Momentum emas ini diproyeksikan menjadi batu pijakan utama dalam menyejahterakan ribuan petani pinang di wilayahnya.

Anwar Sadat menjabarkan deretan kekayaan alam lokal lain yang memiliki prospek ekonomi tinggi di sektor perikanan dan perkebunan. Beberapa di antaranya Udang Ketak, Kepiting Asoka, Kopi Liberika Tungkal Komposit, hingga tanaman Nanas Muntialo.

Menurut Anwar Sadat, Kopi Liberika Tungkal Komposit telah lebih dahulu mendapatkan pengakuan hak indikasi geografis yang serupa. Ke depan, perhatian serius juga akan diarahkan untuk membesarkan potensi perkebunan nanas di wilayah Muntialo.

“Selain Pinang Betara dan Kopi Liberika Tungkal Komposit yang telah bersertifikat Indikasi Geografis, kami juga melihat Nanas Muntialo memiliki peluang besar dikembangkan sebagai produk unggulan khas Tanjung Jabung Barat,” ujarnya.

Pemkab Tanjabbar berharap bertambahnya sertifikasi ini memicu semangat para pelaku usaha mikro untuk terus menaikkan kuantitas produksi harian. Konsistensi menjaga standar kebersihan dan mutu pengolahan menjadi kunci, agar produk lokal tidak kalah bersaing.

Pinang Betara adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Tanjung Jabung Barat. Setelah diterimanya Sertifikat Indikasi Geografis ini, pemerintah daerah setempat akan terus melakukan pendampingan melalui pembinaan, standardisasi mutu, hingga perluasan jaringan pemasaran. 

“Langkah-langkah tersebut menjadi fokus utama agar manfaat ekonomi dari sertifikasi ini dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” tegas Anwar Sadat.

Pemkab Tanjabbar sangat optimistis dengan masa depan sektor agrokompleks berkelanjutan yang tengah dibangun. Ekosistem niaga yang sehat diyakini bakal menggerakkan roda ekonomi makro serta mengentaskan kemiskinan di desa-desa.

Agenda penyerahan hak kekayaan intelektual ini turut disaksikan oleh pimpinan instansi vertikal dan internal kedinasan. Hadir Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Jambi bersama Kepala Bidang Kekayaan Intelektual, serta Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jambi.

Bangku undangan juga diisi oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

UAS Temui Pedagang Pasar Senin

Tanjung Jabung Barat

Berita Terkait

Berita Lainnya