Kapolda Satukan Persepsi Penanganan Covid-19 di Bungo

Penulis : Andra Rawas | Editor : Dodik

INFOJAMBI.COM – Kapolda Jambi, Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo memberi arahan kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Bungo dan para kapolres di wilayah Barat, dalam rangka penanggulangan covid-19.

Kegiatan itu berlangsung di Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Kamis (9/9/2021). Kapolda didampingi Bupati Bungo H Mashuri, dan Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro.

Pertemuan dihadiri oleh Karo Ops Kombes Pol Feri Handoko, Dirintelkam Kombes Pol Bondan Witjaksono, Direskrimum Kombes Pol Kaswandi Irwan, Dirlantas Kombes Pol Heru Sutopo, Karumkit Bhayangkara AKBP dr Elyandiko, Kapolres Tebo, Kapolres Merangin, Kapolres Kerinci, Kapolres Sarolangun dan forkopimda Kabupaten Bungo yang tergabung dalam satgas covid-19.

Sebelum Kapolda memberi arahan, acara diawali dengan pemaparan situasi terkini penanganan covid-19 oleh Kapolres Bungo, AKBP Guntur Saputro.

Kapolda mengawali arahan dengan memperkenalkan tugas dan tanggung jawab yang diemban Pejabat Utama Polda Jambi yang mendampingi dalam kunjungan kerjanya.

“Bungo berkesan bagi saya, karena merupakan tempat saya mengawali jabatan Kapolda Jambi dengan menangani permasalahan pilkada,” katanya.

Terkait penanganan covid-19, Kapolda berharap semua pihak selalu diberikan kesehatan, terhindar dari covid-19 dan tidak takabur meskipun sudah divaksin.

Baru-baru ini muncul virus corona dengan varian “mu” yang sudah ada di Korea Selatan. Varian ini tidak kenal dengan vaksin yang disuntikan.

Sinovac buatan China kenal dengan sampel korban dari Wuhan. Vaksin Pfizer dan Moderna buatan Amerika, diambil dari sampel korban dari Amerika.

“Ketika ada varian baru, vaksin-vaksin ini tidak mengenal. Jadi harus ada vaksin baru yang kenal dengan varian yang tidak ada,” jelas Kapolda.

Kapolda menyampaikan arahan Mendagri tentang bagaimana virus corona menyebar.

Literasi yang disampaikan sangat bagus, dari penyebutan nama covid-19, sifat penyebarannya, komorbid hingga perkembangan covid-19 di dunia, Indonesia dan Jambi.

“Orang yang sudah divaksin, atau negara yang sudah melaksanakan vaksinasi secara massif, dampaknya tidak terlalu mematikan, bisa dilihat sekarang trennya mulai turun,” jelas Kapolda.

Dalam menangani covid-19 diperlukan strategi. Virus ini tidak kelihatan secara kasat mata.

Vaksinasi adalah suatu strategi yang diterapkan oleh dunia untuk mendukung penanganan. Di tingkat hulunya adalah penerapan PPKM.

Dijelaskan, tingkat kematian yang tinggi pada Agustus kemarin disebabkan pasien yang datang saturasinya sudah buruk. Mereka meninggal karena tidak terpantau oleh tenaga kesehatan ketika melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Untuk menghindari mereka datang terlambat, dengan menjemput pasien covid-19 yang isoman. Mereka dibawa ke rumah sakit dan itu sudah diterapkan oleh polresta dan kodim serta tenaga kesehatan di Kota Jambi,” tandasnya. ***

Kategori Hukrim

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.