Jumat, 21 Juli 2017 | 05:38

Kebakaran Kuala Tungkal, Sebanyak Ini Kerugian Ahong…

Tujuh rumah terbakar di Kualatungkal sekitar pukul 06.30 WIB Sabtu (18/3) pagi. foto : jumalis ali

KUALATUNGKAL – Jumlah kerugian akibat kebakaran yang meludeskan 16 rumah, di Jalan Sriwijaya, Kuala Tungkal, Tanjabbar, Sabtu pekan lalu, belum ada angka pasti.

Pemilik Restoran Seafood Nikmat, Ahong, mengklaim kerugian materi yang dideritanya mencapai Rp 1 miliar. Seluruh bangunan dan barang di rumah makannya itu ludes terbakar.

Selain soal kerugian, penyebab kebakaran juga belum diketahui pasti. Berbagai spekulasi muncul. Salah satu dugaan, kebakaran berawal dari restoran makanan laut milik Ahong.

Untuk mengungkap kejadian ini, Polres Tanjabbar khusus mendatangkan tim puslabfor dari Palembang‎, Sumatera Selatan. Beredar isu, api pertama kali muncul dari dapur Restoran Nikmat.

‎Spekulasi itu dibantah keras oleh Ahong. “Tidak benar api berasal dari dapur kami. Pagi itu, sekitar jam 6, kami belum masak,” tandas Ahong.

Menurut Ahong, api berasal dari loteng restoran yang banyak terdapat kabel. Asap hitam pekat membubung dari loteng.

“Di situ banyak kabel listrik. Saya sempat menyiram air ke percikan api itu, tapi api malah besar. Kami akhirnya lari menyelematkan diri,” cerita Ahong di tokonya.

Ketua Tim Puslabfor Polda Sumatera Selatan, AKBP Khadafi, ketika turun memeriksa puing-puing sisa kebakaran, belum lama ini, menyatakan hasil pemeriksaan baru diketahui dua pekan lagi.

Korban lain, Uda Rahmat, pemilik warung yang sudah puluhan tahun berjualan di lokasi kebakaran, mengaku tahu terjadi kebakaran ini dari warga yang berteriak-teriak ada kebakaran.

Uda Rahmat sedikit beruntung, jarak warungnya dari asal api agak jauh, sekitar empat pintu ruko. Dia bisa menyelamatkan barang-barang di warungnya, meski akhirnya terpaksa menumpang di rumah warga.

Dampak kebakaran itu, sebanyak 20 KK dengan jumlah jiwa 71 orang kehilangan tempat tinggal. Para korban terdiri dari dewasa 53 orang dan balita 8 orang.(infojambi.com/d)

Laporan : Raini

 

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.