Kebakaran Rumah di Talang Banjar, Warga Malah Sibuk Live

Kobaran api masih membumbung tinggi, ketika sejumlah warga mengangkat telepon genggam mereka.

Reporter: Andra Rawas | Editor: Admin
Kebakaran Rumah di Talang Banjar, Warga Malah Sibuk Live
Kebakaran dua rumah non permanen di Talang Banjar, Jambi Timur, Kota Jambi, Rabu malam | foto : andra rawas

INFOJAMBI.COM — Kobaran api masih membumbung tinggi, ketika sejumlah warga mengangkat telepon genggam mereka.

Di tengah kepanikan penghuni yang berusaha menyelamatkan diri dan barang-barang tersisa, sebagian orang justru menyiarkan peristiwa itu secara langsung melalui media sosial.

Baca Juga: Belasan Rumah di Kualatungkal Terbakar

Fenomena itu menjadi salah satu hambatan yang dihadapi petugas, saat berupaya memadamkan kebakaran yang menghanguskan dua rumah non permanen, di Jalan Orang Kayo Pingai, Lorong Garuda I, RT 28, Talang Banjar, Jambi Timur, Kota Jambi, Rabu malam, 14 Oktober 2026.

Peristiwa kebakaran itu diterima petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi pada pukul 21.19 WIB. Informasi masuk melalui layanan darurat yang terhubung dengan Call Center 112 dan kanal layanan Damkar Kota Jambi.

Baca Juga: Wabup Tanjabbar Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran

Pelapor, Aman S, warga setempat, melaporkan kobaran api membesar di kawasan permukiman padat penduduk. Lokasi yang rapat antarbangunan membuat potensi meluasnya kebakaran, sehingga menjadi perhatian utama.

Hanya berselang delapan menit sejak laporan diterima, tim dari Posyankar Jambi Timur tiba di lokasi. Kecepatan respons itu menjadi faktor penting, untuk mencegah api menjalar ke rumah-rumah lain yang berdiri berhimpitan.

Baca Juga: Mobil Batubara Terbakar di Lintas Sumatera

Sebanyak 45 personel dikerahkan dalam operasi pemadaman. Kekuatan itu terdiri dari Pleton 2 Mako, Regu 2 Posyankar Jambi Timur, Regu 2 Posyankar Paal Merah, serta pasukan siaga.

Petugas juga menurunkan satu unit armada komando, lima unit armada tempur, dua unit armada suplai, dan satu unit ambulans PSC 119. Operasi berada di bawah pimpinan Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, didampingi unsur komando lapangan dan pejabat teknis terkait.

Akses menuju titik kebakaran sangat sempit. Armada tidak dapat mendekati sumber api secara langsung. Petugas harus menghadapi jarak sekitar 150 meter antara posisi kendaraan pemadam dan titik api. Kondisi itu memaksa selang pemadam dibentangkan melewati lorong dan area permukiman yang padat.

“Angin bertiup cukup kencang. Situasi itu meningkatkan risiko api menyambar bangunan lain yang berada di sekitar lokasi,” kata Mustari kepada INFOJAMBI.COM, di lokasi.

Kesulitan lain datang dari kerumunan warga yang terus berdatangan. Banyak di antara mereka berdiri dekat area kebakaran, sambil merekam dan melakukan siaran langsung melalui berbagai platform media sosial, seperti TikTok dan Facebook.

Keberadaan mereka tidak hanya mempersempit ruang gerak petugas, tapi juga berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri. Petugas akhirnya memberikan teguran kepada sejumlah warga, agar menjauh dari lokasi dan menghentikan siaran langsung yang dilakukan dari jarak dekat. 

Di tengah suasana darurat, petugas mengingatkan agar masyarakat lebih peduli terhadap musibah yang sedang dialami korban daripada menjadikan peristiwa tersebut sebagai tontonan.

Upaya pemadaman dilakukan secara terukur. Petugas berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik di lokasi kejadian, guna menghindari risiko sengatan listrik saat proses penanganan berlangsung.

Koordinasi juga dilakukan dengan TNI dan Polri, untuk membantu pengamanan area kebakaran. Langkah itu diperlukan, agar proses pemadaman berjalan aman, sekaligus mencegah terjadinya gangguan di sekitar lokasi.

Fokus utama petugas adalah memutus jalur rambatan api. Di lingkungan padat penduduk seperti Talang Banjar, setiap menit sangat menentukan. Sedikit saja terlambat bisa menyebabkan kebakaran meluas ke deretan rumah lain yang berdekatan.

Dalam operasi yang berlangsung hampir dua jam tersebut, petugas menghabiskan sekitar 36 ribu liter air. Strategi yang diterapkan mengacu pada prinsip 5T, yakni terencana, terukur, terarah, terlayani, dan tuntas.

Api akhirnya berhasil dikuasai. Dua rumah non permanen terdampak dalam peristiwa itu. Data sementara mencatat, dua kepala keluarga atau lima jiwa yang menjadi korban terdampak kebakaran.

Meski tidak ada korban jiwa, satu orang bernama Sujangi, mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis.

Setelah api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman, aparat Polsek Jambi Timur melakukan penyelidikan sebab kebakaran. Lokasi itu dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil pendataan pascakejadian, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu kamar rumah yang terbakar. Sementara kerugian materi masih dalam proses pendataan. 

Di balik keberhasilan pemadaman itu, terselip satu catatan yang menjadi cerminan zaman. Ketika teknologi memungkinkan setiap orang menjadi penyiar dalam hitungan detik, tidak semua peristiwa layak dipandang sebagai tontonan. 

Saat petugas berjibaku melawan api dan korban berusaha menerima kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal, sebagian orang malah sibuk memburu siaran langsung.

Sebuah pemandangan yang menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, empati kadang kalah cepat dibanding jari yang menekan tombol "live". ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya