Kehadiran LSM Rikolto Belgia Sangat Membantu Petani Jambi

Penulis : Tim Liputan
Editor : Dora

INFOJAMBI.COM — Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyatakan kehadiran LSM Rikolto dari Belgia, sangat membantu petani kopi di Provinsi Jambi.

Hal itu dikemukakannya dalam jamuan makan malam Pemprov Jambi bersama Kedutaan Besar Belgia, dalam rangka perayaan 70 tahun hubungan bilateral Belgia – Indonesia, di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jum’at (11/10/2019).

Fachrori mengaku senang karena kunjungan ini memberi manfaat bagi pengembangan pertanian, perkebunan dan perdagangan dan ekonomi masyarakat Jambi. Mereka berdiskusi menjajaki potensi kerja sama.

Provinsi Jambi secara geografis dekat dengan kawasan segitiga pertumbuhan, Malaysia, Singapura dan Thailand. Penduduk Jambi sekitar 3,4 juta jiwa, tersebar di dua kota dan sembilan kabupaten.

Pertumbuhan ekonomi Jambi dalam beberapa tahun terakhir selalu berada di atas 4,7 persen. Angka itu sebagian besar disumbangkan oleh sektor pertanian, pertambangan dan perdagangan.

“Kelapa sawit, karet, kayu manis, teh, kopi, kelapa dalam, bubur kertas, sebagian besar diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Taiwan serta negara-negara Asia dan Eropa,” jelas Fachrori pada para tamu asingnya.

Luas perkebunan kopi di Provinsi Jambi sampai 2017 adalah 27.166 hektar, tersebar di 10 kabupaten/kota dengan jumlah petani 27.995 KK.

Tiga jenis kopi robusta, arabika dan liberika, serta dua jenis dari kopi Jambi sudah mendapat indikasi geografis dari Kementerian Hukum dan HAM, yaitu Kopi Kerinci dan Kopi Liberika Tungkal Komposit.

“Kami terus berupaya mempromosikan kopi, salah satu upaya promosi tersebut menjadi tuan rumah Hari Kopi Internasional,” ujar Fachrori.

Kunjungan LSM Rikolto Belgia sangat tepat. Mereka mengunjungi Kerinci yang memiliki potensi komoditas kayu manis yang sudah mendapat sertifikat indikasi geografis dengan luasan perkebunan 5.804 hektar. Sebagian besar berlokasi di Kerinci dan Sungai Penuh.

Kegiatan LSM Rikolto dari Belgia banyak membantu capacity building bagi petani kecil, dengan mendampingi kelompok tani yang difokuskan pada kegiatan pertanian berkelanjutan, pengembangan rantai pasok, dan pemberdayaan petani.

Sekretaris Pertama Kedutaan Belgia untuk Indonesia, Mr Guillaume Goessens menerangkan, hubungan baik Indonesia dan Belgia telah berlangsung lama. Berbagai kerja sama terjalin, seperti bidang ekonomi dan pendidikan.

“Kerjasama sangat erat pemerintah Indonesia – Belgia dalam kurun waktu 70 tahun. Waktu yang lama, mencapai banyak prestasi dan menjadi partner yang sangat kuat,” ungkap Guillaume.

Kedatangan dan kehadiran Belgia tidak hanya kerja sama tingkat tinggi, tapi juga butuh kerja sama tingkat dasar dalam banyak hal dan kegiatan kemasyarakatan.

“Para peneliti dan ilmuwan Indonesia banyak melakukan studi di Belgia. Kerja sama yang kami harapkan mendorong peningkatan dan pemberdayaan masyarakat,” kata Guillaume.

Direktur Internasional Rikolto, Chris Claes menyampaikan, LSM Rikolto telah melakukan kerja sama di 16 negara secara profesional. Diharapkan kerja sama di Jambi mendukung usaha kecil, koperasi dan memberi dukungan jaringan pedagang besar dan kecil, juga memberdayakan masyarakat lokal dengan tetap memperhatikan ekosistem atau lingkungan.

“Rikolto 1950-an dengan program kecil di Flores, saat ini bekerjasama di 7 provinsi melakukan pendampingan, dengan harapan tetap dapat bekerja sama dengan program di Indonesia guna memberdayakan petani dan masyarakat,” ujar Chris Claes.

Kehadiran LSM Rikolto melakukan pendampingan dengan harapan melalui kerjasama tersebut ikut membantu pengentasan kemiskinan dalam perubahan ekonomi dan iklim yang ekstrim, memiliki ambisi masa depan menciptakan sistem makanan untuk orang perkotaan secara langsung memiliki akses ke petani.

“Petani sebagai produsen memiliki akses dengan kebutuhan perkotaan dan ini tentunya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” kata Chris Claes. (RHN)

Kategori Dunia,Provinsi

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.