Kejar Etty Sampai Jakarta

PENULIS : ANDRA RAWAS
EDITOR : WAHYU NUGROHO

INFOJAMBI.COM – Pengolahan minyak tanpa izin (ilegal drilling) masih kerap terjadi di Kabupaten Batanghari tepatnya di desa kilangan KM 60 jalan lintas Tempino-Muara Bulian.

Meski pemerintah Provinsi Jambi telah mewacanakan penglegalan praktik penambang tersebut, Ditkrimsus Polda Jambi masih melakukan penindakan, dari hasil tangkapan sementara, sedikitnya tim berhasil mengamankan barang bukti berupa, 12 drum berisi bahan bakar minyak, 4 tedmon kapasitas 1.000 yang berisi minyak bumi, 24 drum besi yang berisi minyak solar olahan, 2 drum berisi minyak bensin, serta minyak bumi sebanyak 6.038 liter yang sudah di olah.

Dari barang bukti yang di amankan petugas terungkap siapa pemodal di balik itu semua, dia adalah seorang wanita bernama Etty Saleh (47), Warga Rt 06 kelurahan Bungo Taman Agung, kecamatan Batin III, kabupaten Muaro Bungo.

Awalnya Etty sendiri sempat pernah di layangkan surat pemanggilan sebagai saksi dalam penambangan minyak ilegal, namun setelah tiga kali diberikan surat pemanggilan, Etty tak kunjung memenuhi panggilan penyidik dan akhirnya di jemput paksa, dengan status tersangka.

Ketika akan di jemput paksa di kediamannya, Etty terlebih dahulu melarikan diri sebelum di tangkap oleh petugas, setelah mencari lokasi keberadaannya.

Akhirnya Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi dapat menangkap si pemodal dari tindakan ilegal drilling tersebut di Jakarta. Dan langsung di giring ke Mapolda Jambi untuk menjalani pemeriksaan.

Namun ada yang berbeda dengan rilis yang di lakukan oleh pihak kepolisian, rilis kali ini sama sekali tersangka tidak di hadirkan, Dirkrimsus Polda Jambi Kombes Pol Thein Tabero mengatakan tersangka sengaja tidak di bawa keluar karena masih menjalani pemeriksaan dan Masih menuggu Pengacara dari tersangka.

“Sengaja tidak di bawa keluar, karena masih di periksa petugas, dan kita juga masih menunggu pengacaranya” katanya Senin (20/5/2019).

Dirinya menambahkan Hasil dari pemeriksaan sementara tersangka Etty sudah memodali seluruh pengelolaan minyak ilegal tersebut sejak tahun 2018 lalu.

“Dia jadi pemodal sudah hampir satu tahun,” katanya.***

Kategori Hukrim

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.