Keluarga Jemput Paksa Jenazah, Begini Kata Gugus Tugas

Penulis : M Hary Rofagil || Editor : Redaksi

INFOJAMBI.COM — Jenazah bocah berumur enam tahun berinsial IL, diambil paksa oleh keluarganya, di RSUD Raden Mattaher, Jambi, Selasa pagi, 1 September 2020.

Bocah ini meninggal dunia Senin malam, 31 Agustus 2020, setelah dua jam dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Keluarga pasien marah, karena tidak adanya kepastian pemulangan jenazah. Keluarga mendapat informasi jenazah IL akan dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Saat dijemput keluarga, jenazah sudah dibungkus dengan plastik. Pengambilan jenazah sempat menimbulkan kericuhan dengan petugas keamanan rumah sakit.

Jenazah dibawa menggunakan sepeda motor ke rumah duka, di RT 13 Kelurahan Rawasari, Alam Barajo, Kota Jambi.

Keluarga jenazah, Abdul Sidik, marah karena jenazah harus menunggu hasil uji swab yang dilakukan pihak rumah sakit. Hasil uji swab itu belum bisa diketahui lantaran alatnya eror.

Sidik yakin bocah IL meninggal dunia bukan karena virus corona. Bocah ini menderita penyakit tumor di kepala sejak tahun 2016.

Pihak rumah sakit sudah melakukan rapid tes terhadap IL. Hasilnya reaktif. Setelah itu dilakukan uji swab, namun hasilnya belum diketahui.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher, dr. Dewi Lestari menjelaskan, meski jenazah sudah dibawa oleh keluarganya, pihak rumah sakit tetap menunggu hasil uji swab.

Peristiwa penjemputan paksa pasien RSUD Raden Mattaher ini sempat membuat heboh warga Jambi.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah pun akhirnya mengungkapkan kronologis kejadiannya.

Menurut Johansyah, pada Selasa, 1 September 2020, sekira pukul 10.30 WIB, Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi melakukan monitoring dan koordinasi di RSUD Raden Mattaher.

Langkah ini diambil lantaran adanya keluarga yang menjemput paksa pasien meninggal dunia. Pasien itu awalnya diduga suspect covid-19.

Johansyah menjelaskan, Senin malam, sekitar pukul 21.00 WIB, 31 Agustus 2020, IL tiba di IGD RSUD Raden Mattaher. Setengah jam kemudian IL meninggal dunia.

Dari hasil rapid tes, IL dinyatakan reaktif. Diagnosa juga menyatakan IL menderita hidrosefalus.

Selasa dinihari, sekitar pukul satu, IL dipindahkan ke kamar jenazah. Paginya, pukul 07.30 WIB, dilakukan pengambilan sampel untuk dilakukan uji swab.

Sekira pukul 10.30 WIB, pihak keluarga datang menjemput paksa jenazah IL. Pihak rumah sakit akhirnya mengeluarkan Surat Tanda Terima Jenazah.

Tidak lama berselang, pukul 11.20 WIB, hasil uji swab keluar. IL dinyatakan negatif Covid 19.

Menanggapi peristiwa itu, Johansyah mengimbau masyarakat agar menghormati kebijakan protokol kesehatan, demi keselamatan masyarakat dan petugas medis.

“Masyarakat kami minta bersabar menunggu hasil pemeriksaan uji swab. Upaya ini dilakukan agar tidak terjadi penularan Covid-19 pada keluarga, tim medis dan tetangga,” kata Johansyah. ***

Kategori Lensa

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.