Keluarga Tolak Jamiyah Meninggal Karena Covid-19 Tanpa Swab

Penulis : Ega Roy || Editor : Redaksi

Suasana pemakaman nenek Jamiyah, petugas medis tetap menggunakan APD sesuai aturan protokol kesehatan.

INFOJAMBI.COM – Sejak empat tahun silam nenek Jamiyah (70) Warga Desa Sinimpik, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci Jambi, menderita penyakit stroke.

Sekitar pukul 01:00 WIB dini hari, Selasa (09/03/2021), Nenek Jamiyah oleh keluarganya diantar ke RSUD Mayjen HA Thalib. Namun sekitar pukul 06:00 WIB pagi, pihak keluarga mendapat laporan dari pihak rumah sakit, bahwa nenek Jamiyah sudah meninggal dunia.

Sementara, pihak petugas medis Covid-19 di RSUD Mayjen HA Thalib Kerinci, menyebutkan pasien atas nama Jamiyah dinyatakan meninggal dunia karena Cavid-19, tanpa memperlihat hasil tes uji Swab.

Keterangan dari pihak rumah sakit itu membuat pihak keluarga tak terima dan menolak, karena belum ada hasil uji swab pasien. Bahkan, pihak keluarga pun menolak untuk menanda-tangani surat pernyataan yang disodorkan petugas RSUD HA Thalib pada saat itu.

Meski begitu, tetap saja petugas medis RSUD HA Thalib melaksanakan pengurusan jenazah, mengkapani dan menguburkan jenazah Jamiyah, dengan prosedur protokol kesehatan. Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Jenazah Jamiyah dimakamkan di pemakaman umum, Desa Mukai Mudik Kabupaten Kerinci. Tidak semua anggota keluarga ikut mengantar jenazah ke pemakaman.

Informasi yang dihimpun infojambi.com dari pihak keluarga almarhumah Jamiyah, Kamis (11/03/2021), menyebutkan, bahwa pasien Jamiyah meninggal bukan karena Covid-19, tapi karena sudah sejak empat tahun lalu menderita penyakit stroke.

“Beliau itu sudah empat tahun mengalami penyakit stroke dan tak pernah pergi kemana-mana. Makan dan minum pun masih bisa. Tapi setelah dibawa ke rumah sakit langsung masuk ruang isolasi dan pihak keluarga disuruh pulang malam itu juga,” ujar salah seorang anggota keluarga.

“Kami keluarga minta pihak RSUD HA Thalib bertanggung jawab soal pernyataan bahwa nenek Jamiyah positif covid-19, ujarnya kesal.

Ini harus diluruskan. Jika tidak? kami akan tuntut petugas medis Covid-19 di RSUD Mayjen H A Thalib, kata anggota keluarga Jamiyah.

“Ibu dan nenek kami itu, meninggal dunia karena menderita stroke. Keluarga kami sekarang ini dikucilkan dilingkungan warga, gara-gara Jamiyah meninggal disebut-sebut terkena covid-19,” ujarnya.

Hingga berita ini dipublis, belum ada pihak yang bertanggung jawab terutama dari petugas medis yang menangani pasien Covid-19 di RSUD HA Thalib, belum diperoleh keterangan.***

Kategori Kerinci

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.