Kemas Alfarabi Ingatkan KPID Awasi Konten Lokal Lembaga Penyiaran

KPI Provinsi Jambi gelar sosialisasi (foto : r hasibuan)

INFOJAMBI.COM – Sosialiasi pedoman perilaku penyiaraan dan standar program siaran (PPPSPS) diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Provinsi Jambi, di Hotel Golden Harvest, Kota Jambi, Jumat (24/12/2021).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekda Provinsi Jambi, H Sudirman, menghadirkan dua narasumber, Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Jambi, H Hasan Basri Agus, dan anggota DPRD Provinsi Jambi, Kemas Alfarabi.

Acara ini mengangkat tema melestarikan kearifan lokal melalui media penyiaran, untuk pembangunan Jambi Mantap 2024. Sosialisasi dihadiri 74 lembaga penyiaran, televisi maupun radio, pemerintah dan swasta se-Provinsi Jambi.

“Kami sangat mengapresiasi. KPI dan lembaga penyiaran mesti selalu bersinergi dengan baik. KPI menjalankan fungsi pengawasan terhadap lembaga penyiaran secara profesional,” kata Sudirman.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus, yang juga anggota DPR RI, menghimbau agar lembaga penyiaran mengangkat kearifan lokal di Provinsi Jambi.

“Saya menghimbau lembaga penyiaran mengangkat kearifan lokal, sehingga dikenal masyarakat luas, seperti lubuk larangan, upacara adat dan sebagainya,” harap HBA.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi, Kemas Alfarabi, mengingatkan, berdasar Sistem Siaran Jaringan (SSJ), lembaga penyiaran diharuskan memuat konten lokal minimal 10 persen dari keseluruhan jam siar.

Peran dan fungsi KPID bukan hanya pengawasan, tapi juga penguatan lembaga penyiaran, sehingga kualitas siaran yang ditampilkan bisa menghibur dan mengedukasi.

Kemas Alfarabi mengatakan, dengan kemajuan modernisasi di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0, kearifan lokal dapat tergerus jika lalai melestarikannya di kalangan generasi muda.

Wakil Ketua DPW PKB Provinsi Jambi ini menegaskan, peran stasiun televisi dan radio sangat penting dalam menyajikan adat budaya lokal daerah, dengan menampilkan konten inspiratif, budaya dan ekonomi kreatif.

Alfarabi menyebutkan, beberapa peninggalan rumah adat, dan cagar budaya kearifan lokal di berbagai daerah, banyak yang harus dipromosikan untuk mengangkat budaya Melayu Jambi.

“Seperti tradisi mandi belimau, ayam biring, betauh perentak, zikir berdah, dideng, nek pung, tapa malenggang, mandi safar dan sebagainya. Ada nilai luhur kebaikan dari kearifan lokal yang mengakar dan turun temurun,” ujar Alfarabi.

Alfarabi minta Pemprov Jambi berkontribusi dalam melakukan pendampingan kualitas SDM, alokasi anggaran memadai, dan fasilitas penunjangnya.

Dalam kegiatan ini diadakan tanya jawab antara peserta dengan Hasan Basri Agus dan Kemas Alfarabi, serta Ketua KPI Provinsi Jambi, Joni, dan Wakil Ketua Asriyadi serta seluruh komisioner.

Penulis : R Hasibuan | Editor : Dodik

 

Kategori Lensa

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.