Kemhan Ada Rencana Tentara Wanita Pakai Sepatu Hak Tinggi

Editor: Rahmad

Tentara wanita memakai sepatu hak tinggi saat parade baris-berbaris

INFOJAMBI.COM – Kementerian Pertahanan Ukraina berencana melatih seluruh tentara wanita memakai sepatu hak tinggi saat parade baris-berbaris.

Tentara wanita akan menggelar parade perayaan 30 tahun kemerdekaan dari Uni Soviet pada 24 Agustus mendatang.

Dilansir kantor berita Kemhan Ukraina, Army Inform. Pejabat Kemhan Ukraina, Mayor Eugene Balabusha mengatakan para tentara wanita itu telah berlatih dua kali sehari demi menguasai formasi dan gerakan saat mengenakan sepatu hak tinggi.

Ia mengonfirmasi bahwa para tentara wanita akan memakai sepatu hak tinggi selama pawai berlangsung.

Ivamma Medvid, seorang kadet di Institut Militer Universitas NasionaL Taras Shevchenko di Kiev, mengaku telah berlatih lebih dari sebulan.

“Hari ini, untuk pertama kalinya, pelatihan dilakukan dengan sepatu hak tinggi. ini sedikit lebih sulit daripada sepatu bot, tapi kami tetap berusaha,” kata Medvid.

Rencana parade dengan sepatu berhak tinggi ini menuai kritik dan kecaman, termasuk dari sejumlah anggota parlemen. Kritik datang setelah Kemhan Ukraina merilis foto-foto para personel wanita dengan sepatu bertumit.

Wakil Ketua Parlemen Ukraina, Elena Kondratyuk, berharap Menteri Pertahanan Andrei Taran bisa mengevaluasi kembali keputusan pawai tentara wanita dengan sepatu hak tinggi itu.

Dalam pernyataan bersama, Wakil Perdana Menteri Ukraina untuk Integrasi Eropa dan Euro-Atlantik Ukraina Olga Stefanishina; Menteri Kebijakan Sosial Marina Lazebnaya; Menteri Urusan Veteran Yulia Laputina; dan Utusan Pemerintah Ukraina untuk Kebijakan Kesetaraan Gender Yekaterina Levchenko mengkritik keputusan Kemhan tersebut.

“Sepatu dengan hak tinggi tidak sesuai dengan kemampuan tempur tentara dan langkah ‘Prusia’ pada parade dengan sepatu seperti itu adalah bahaya yang disengaja bagi kesehatan tentara,”bunyi pernyataan bersama yang diunggah di Facebook Stefanishina pada Jumat pekan lalu.

Sejauh ini ada 57 ribu personel tentara wanita yang bertugas di angkatan bersenjata Ukraina. Negara tersebut juga menerapkan prinsip kesetaraan hak dan kewajiban prajurit, terlepas dari jenis kelamin mereka tanpa syarat.

Kategori Dunia

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.