Kerap Dimasuki Maling, Kepsek Bawa Guru dan Polisi Menginap di Sekolah

SMPN 35 Batanghari || foto : raden soehoer

MUARABULIAN — SMPN 35 Batanghari kerap dibobol maling. Pasalnya, sekolah yang berada di Desa Bulianjaya, Marosebo Ilir ini sangat minim fasilitas keamanan.

Sekolah tersebut belum ada pagar. Dengan leluasa setiap orang masuk ke dalam lokasi sekolah. Hal ini diakui Plt Kepala SMPN 35 Batanghari, Supriyono.

Sekolah yang memiliki 131 siswa ini terbagi enam rombongan belajar. Siswa sangat kesulitan saat meninggalkan barang di kelas, karena tidak ada pagar sekolah.

“Sekolah kami tidak ada pagar. Siapa saja kerap berkumpul di sekolah, sore maupun malam. Ada kejadian kehilangan barang sekolah, seperti laptop, infocus dan sound system,” ungkap Supriyono.

Supriyono menjelaskan, kemalingan yang terjadi bukan hanya karena pagar sekolah, tapi juga jendela tiga kelas dan satu kantor tidak ada. Pernah akan jendela, namum terbentur dana.

“Kalau kita belikan dari dana BOS, butuh biaya sangat besar. Kami berusaha menutupinya pakai triplek, tapi itu tidak bisa mengatasi incaran maling,” papar Supriyono.

Kemalingan di sekolah itu dilakukan pencuri dengan mendobrak pintu kantor. Padahal, pintu sudah dilengkapi double lock. Supriyono pernah menginap di sekolah dengan beberapa guru dan polisi untuk memergoki maling itu.

Ada beberapa barang yang di curi ditinggalkan pelaku di atas dek luar sekolah. Dengan adanya printer dan barang lainnya yang ditinggal itu, Supriyono berniat ingin memergoki pelakunya.

“Tapi sayang, pada saat kami sudah siap memergoki maling itu, pelakunya tidak muncul, padahal harapan kami maling itu datang lagi untuk mengambil barang yang ditinggalnya di atas dek,” kata Supriyono.

Supriyono sangat berharap Pemkab Batanghari memperhatikan fasilitas pengamanan di SMPN 35. Apalagi bangunan sekolah ini juga sudah banyak yang rusak berat.

“Sekolah itu memang jauh dari lingkungan warga. Kalau terjadi apa-apa warga tidak bisa membantu untuk mengamankan sekolah,” ujar Supriyono.

SMPN 35 juga terkendala pada sarana MCK yang tidak berfungsi. Untuk buang air siswa maupun guru tidak ada tempatnya. WC ada dua, tapi tidak berfungsi. (infojambi.com/d)

Laporan : Raden Soehoer

 

Kategori Pendidikan

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.