Kerap Disiksa Majikan, Wanita Asal NTT Ini Lapor Polisi

Erna kerap disiksa majikan || andra rawas

KOTAJAMBI — Tidak sanggup lagi menahan siksaan majikan, seorang pembantu rumahtangga, Bernadete Edo Tobi alias Erna (19), wanita asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan majikannya ke Unit PPA Polresta Jambi.

Erna mengaku disiksa oleh majikannya sejak tahun 2014, tak lama mulai bekerja di rumah C 30), pemilik cafe di sebuah mal ternama di Jambi. Erna melapor didampingi dua kuasa hukumnya.

Erna menceritakan, dia bekerja sebagai pembantu di rumah C, di Jalan Gatot Subroto, Pasar Jambi, sejak Oktober 2013. Usia Erna masih 16 tahun. Tugasnya mengurus anjing peliharaan majikannya.

Dari pekerjaan ini Erna mendapat gaji Rp 800 ribu sebulan. Namun gaji itu sering macet. Sedihnya, Erna juga kerap diperlakukan kasar, dicakar, dipukul hingga ditendang oleh majikannya.

“Saya pernah ditendang di bagian leher sampai dilarikan ke rumah sakit oleh orang yang disuruh majikan saya. Kadang saya tidak dibolehkan makan selama 24 jam kalau melakukan kesalahan,” ungkap Erna.

Tidak hanya itu, selama bekerja di rumah C, Erna tidak boleh keluar rumah. Dia juga dilarang mengobrol dengan orang tak dikenal.

Beruntung Erna bisa kabur dari rumah majikannya itu. Awalnya, Erna diusir dan dituduh mencuri uang. Tuduhan itu sendiri tidak benar.

“Majikan saya juga sempat lapor polisi dan saya diperiksa. Sebelum kabur, saya tanyakan uang gaji, tapi katanya uang itu telah saya curi, padahal saya tidak mencuri uang mereka,” kisah Erna.

Setelah bebas dari rumah majikannya, Erna tinggal di rumah keluarga jauhnya, sesama warga NTT. Semua kebutuhan Erna untuk sementara di keluarganya itu. (infojambi.com)

Laporan : Andra Rawas || Editor : Doddi Irawan

 

Kategori Wanita dan Keluarga

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.