Kerinci, Segenggam Tanah Surga yang Jatuh ke Bumi

PENULIS : RIFKY RHOMADONI
EDITOR : WAHYU NUGROHO

INFOJAMBI.COM – Kabupaten Kerinci, adalah salah satu dari 11 kabupaten kota yang berada di Provinsi Jambi.

Kabupaten Kerinci memiliki luas bentang alamnya sekitar 3.355,27 KM2,  dengan populasi penduduknya sekitar 235.735 jiwa. Kerinci juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera barat. Yang hanya berjarak 130 KM dari Kota Padang, Ibukota Sumatera Barat.

Jika berkunjung ke Jambi tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi salah satu destinasi wisata yang sudah diakui dunia, yakni Gunung Kerinci, yang terletak di kabupaten Kerinci.

Kabupaten Kerinci berjarak 422 KM dari Ibu Kota Provinsi Jambi, yakni Kota Jambi. Jika ingin berkunjung ke Kerinci dapat menggunakan jalur darat, yang memiliki jarak tempuh kurang lebih 12 Jam.

Saat ini, trip mendaki Gunung menjadi salah satu spot wisata alam yang banyak diminati. Gunung Kerinci menjadi salah satu spot pendakian yang diminati para pendaki dan penikmat alam, tak hanya pendaki lokal yang berasal dari Indonesia, para pendaki dari mancanegara.

Gunung merapi yang masih aktif ini, memilki ketinggian  3.805 mdpl. Merupakan Puncak tertinggi di Pulau Sumatera, Indonesia. Para pecinta Hiking, juga menyebut Gunung Kerinci sebagai atapnya Pulau Sumatera.

Di Kabupaten Kerinci, juga terdapat banyak obyek wisata asri, yang menyejukkan mata, tak hanya Gunung Kerinci. Namun, juga terdapat Danau Kerinci, Danau Kaco, yang airnya bening seperti kaca, Keindahan Air Terjun, Serta hamparan perkebunan teh, dikaki Gunung Kerinci.

Terutama jika dilihat di pagi hari,  antara Jam 6-9 Pagi udara sejuk khas pegunungan langsung menyapa, hijauan daunteh yang menyejukan mata, ditambah dengan barisan pegunungan yang mengelilingi kawasan perkebunan teh milik PTPN VI ini, menambah rasa kepuasan tersendiri.

Kebun Teh milik PTPN VI, yang berada di desa Bedeng, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten kerinci. Memiliki luas lahan sekitar 3.014 hektar lahan, dan menjadikan kebun teh Kayu Aro menjadi kebun teh terluas di Indonesia.

Dalam musim panen, para pemetik teh bisa memanen pucuk daun teh kurang lebih 70-80 ton. istimewanya lagi, beberapa tanaman teh ini, tanaman varitas yang ditanam sejak pertama kali kebun ini didirikan, yakni tahun 1926.

Kebun teh milik PTPN ini, Menghasilkan teh dalam 3 bentuk grade atau kualitas, dimana kualitas 1 adalah kualitas yang kekentalannya, serta aroma dan warna yang khas. Pabrik milik PTPN juga menjual hasil tehnya dalam bentuk kemasan baik dalam bentuk teh bubuk, maupun teh saring, yang diberi Nama Teh Kayu Aro.

Teh ini adalah teh dengan kualitas terbaik, perpaduan antara daun teh Grade 1,2 dan 3. Bahkan, racikan teh Kayu Aro ini, sama dengan teh yang diminum oleh Ratu Elisabeth.

Tak hanya teh, Kerinci juga dikenal dengan penghasil Kopi Arabika dengan kualitas terbaik, dimana hasil biji kopi yang di tanam di tanah kerinci ini, sudah menembus pasar Internasional, bahkan rasanya juga sangat diminati dan, Ketika berkunjung ke Kerinci, Kopi Arabika Kerinci jadi buah tangan yang tidak pernah terlewatkan.

Hasil perkebunan di Kerinci bukan hanya teh dan kopi saja, bahkan banyak kebun buah dan sayuran, yang berada di Kerinci. Salah satu jenis sayuran hasil kebun yang paling banyak di temui di Kerinci adalah Kentang. Karena banyaknya kentang yang dihasilkan, para warga di Desa Lubuk Nagodang, Kecamatan siulak Kabupaten Kerinci, membuat ide yang cukup menarik, yakni, dengan membuat dodol yang bahan dasarnya alah kentang.

Salah satu pengunjung di kawasan teh Kayu Aro, Kerinci (foto Rifky)

Karena Potensi serta Kekayaan alamnya inilah, Kerinci disebut dengan sekepal Tanah yang turun dari surga.***

Kategori Wisata - Seni - Budaya

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.