Kerinci Zona Merah Covid-19, Warga Kampung Bupati Cuek Aja….

Penulis : Ega Roy || Editor : Dodik

Suasana di Pasar Siulak Gedang ramai luar biasa (ist)

INFOJAMBI.COM — Kondisi pengunjung pasar beduk yang menjual makanan buka puasa, di Pasar Siulak Gedang, Kabupaten Kerinci luar biasa ramai, Jum’at sore (30/4/2021).

Pantauan INFOJAMBI.COM, sekitar pukul 17.25 WIB, pengunjung pasar beduk di pasar lama Siulak Gedang membuat pengendara mobil dan sepeda motor harus sabar antrian.

Penyebabnya, selain parkiran mobil memakan badan jalan, motor-motor parkir semrawutan sambil menunggu pembeli.

Bagi warga setempat kondisi ini dianggap sepele. Warga justeru ramai berkerumun sambil memburu makanan untuk berbuka puasa di sepanjang jalan, dari Desa Siulak Panjang sampai Desa Pasar Siulak Gedang.

“Senang kami melihat orang-orang pada membeli bukoan. Setiap sore kalau begini tidak terasa waktu buka sudah tiba,” ujar warga, Fatimah.

Kerinci dan Sungai Penuh masuk zona merah covid-19

Ramainya pengunjung pasar beduk ini menunjukkan warga Siulak —kampung Bupati Kerinci, Adirozal— ini seakan tidak peduli pada wabah covid-19.

Padahal, seperti diumumkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, belum lama ini, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh masuk zona merah covid-19.

Dari data yang dirilis, hingga hari ini di Kerinci tercatat 307 kasus covid-19, yang 10 di antaranya meninggal dunia. Sementara di Kota Sungai Penuh tercatat 703 kasus dengan angka meninggal dunia delapan orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengingatkan warga agar jangan lengah pada pandemi covid-19.

Johansyah mengimbau warga agar selalu menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. ***

Kategori Kerinci

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.