Kesbangpol Provinsi Antisipasi Dini Bahaya Teroris dan Radikalisme

SAROLANGUN – Bahaya terorisme dan radikalisme terus diwaspadai pemerintah dengan cara sosialisasi terhadap para pelajar, pemuda, mahasiswa dan tokoh masyarakat di berbagai daerah dalam Provinsi Jambi. Selasa (16/5), Kesbangpol Provinsi Jambi menggelar sosialisasi di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko, tepatnya di kantor Kesbangpol Sarolangun.

Seperti disampaikan Mustohari, Kabid Penanganan Konflik Kesabangpol Jambi, sosialisasi tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini dari Pemerintah terhadap masyarakat sekitar, agar paham radikalisme tidak berkembang bebas. Selain itu, soaialisasi juga ditujukan untuk mengoptimalkan peran penting tim penanganan gangguan keamanan terjadinya konflik sosial di Kabupaten Sarolangun.

“Peran penting tim terpadu penanganan gangguan kemanan dalam negeri dilakukam untuk mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2015 Tentang Pelaksanaan UU nomor 7 tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial dan Pelaksanaannya di setiap wilayah yang ada di Kabupaten Sarolangun,” papar Mustohari dalam pidatonya.

Dikatakan, sosialisasi sengaja melibatkan pelajar, pemuda, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta tokoh adat di Kabupaten Sarolangun. Agar, katanya, masyarakat bisa paham bahaya terorisme radikalisme. Juga menimbulkan sinergitas dalam masyarakat.

“Juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dan keterpaduan penaggulangan bahaya radikalisme terorisme di Sarolangun. Maka itu sosialisasi ini kita galakkan,” terangnya.

Sementara itu, Pj Bupati Sarolangun diwakili Setda Thabroni Rozali sangat mengapresiasi sosialisasi pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme. Menurutnya acara tersebut sangat penting bagi kalangan pemuda dan masyarakat Sarolangun.

Radikalisme sangat mengganggu stabilitas keamanan negara, dan radikalisme ini adalah suatu paham dalam melaksanakan perjuangan dengan menggunakan kekerasan.

“Upaya sosialisasi semacam ini perlu terus kita galakkkan ke tengah masyarakat. Agar pergerakan pemahaman sesat seperti itu tidak berkembang di daerah kita,” tuntasnya. (INFOJAMBI.COM)

Laporan : Rudy Ichwan

 

Kategori Pendidikan

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.