Senin, 20 November 2017 | 14:44

Ketika Irjen Iriawan Mengamankan Demo 4 Nopember

Kapolda Metro Jaya, Irjen Moh Iriawan
Kapolda Metro Jaya, Irjen Moh Iriawan

JAKARTA – Demo 4 Nopember berakhir ricuh. Kendati begitu situasi ibukota, Jakarta, tetap kondusif. Bentrok antara pengunjukrasa dan aparat keamanan bisa diredam dan tidak melebar.

Terkendalinya situasi Jakarta dalam aksi “menggugat” Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, berkat kesiapsiagaan aparat keamanan, Polri dan TNI.

Pasca kerusuhan, 13 orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terlibat penjarahan sebuah minimarket di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono.

Kerusuhan saat “Demo 4 Nopember” sudah diantisipasi sejak jauh-jauh hari. Ramainya pengunjukrasa membuat Polda Metro Jaya meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya Jakarta adalah ibukota negara.

Untuk mengamankan Jakarta, Kapolda Metro Jaya, Irjen Moh Iriawan mengambil berbagai langkah. Disamping menyiapkan personel di lapangan, jenderal bintang dua ini melakukan pendekatan persuasif dengan para koordinator aksi.

“Kami menyiagakan 20 ribu personel, dibantu oleh anggota dari polda lain, seperti Jawa Barat, Banten, Lampung dan Jawa Timur. TNI juga membantu,” kata mantan Kapolda Jawa Barat itu pada KABAR18.COM.

Iriawan menegaskan, bantuan personel dimintanya guna menjaga situasi Jakarta tetap aman. Personel yang dikerahkan ke lapangan dilarangnya membawa senjata api (senpi).

Dalam pengamanan “Demo 4 Nopember”, jenderal murah senyum ini tetap mengedapankan sikap humanis menghadapi para pendemo. Anggota polwan ditempatkan di barisan depan.

Dengan gayanya jarang formil-formilan, polisi yang sukses menangkap Gayus Tambunan dari pelariannya ini turun langsung ke tengah pendemo. Dia tidak segan membawa sendiri motor patroli untuk menjumpai koordinator aksi di lapangan.

Sebelum demo, Iriawan mengeluarkan maklumat nomor MAK/03/X/2016, tertanggal 31 Oktober 2016. Seluruh aparat pemerintah, khususnya Polri, harus melindungi hak asasi manusia dan menghargai asas legalitas serta prinsip praduga tak bersalah.

Maklumat juga dikeluarkan untuk peserta dan penanggung jawab aksi. Mereka dihimbau menghormati hak-hak orang lain, aturan-aturan moral yang diakui umum, menaati perundang-undangan dan menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

Alumni Akpol 1984 yang akrab disapa Iwan Bule ini juga melarang peserta dan penanggung jawab aksi membawa senjata api, amunisi, bahan peledak, senjata tajam dan senjata pemukul pada aksi 4 Nopember yang dimulai dari Masjid Istiqlal dan dipusatkan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat itu.

“Sifatnya mengingatkan, sesuai peraturan yang berlaku. Siapapun yang melakukan tindak pidana, ketika mengganggu ketertiban umum, dapat diproses,” kata Kabid Hukum Polda Metro Jaya, Kombes Agus Rohmat, sebelum demo. (infojambi.com)




Kategori Nasional

Tags: ,,,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.