Ketua MPR: Masih Terjadi Kesenjangan antara Pusat dan Daerah

INFOJAMBI.COM – Ketua MPR, Zulkifli Hasan, mengungkapkan hingga saat ini masih terjadi kesenjangan antara pusat dan daerah, meski seluruhnya masih dalam wilayah NKRI. Artinya, pembangunan belum merata antara pulau Jawa dan di luar Jawa saja perbedaanya sangat jauh.

Zulhas panggilan akrab Zulkifli ini menjelaskan, Pasal 33 UUD 1945, menyebutkan, persoalan kesejahteraan sosial, bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Pernyataan Zulhas itu, disampaikan pada Simposium kebangsaan kerjasama MPR dan Tim Pengkajian MPR dan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara, Senin (11/12),

Simposium menghadirkan Prof. Dr. Hj. R. Siti Zuhro, MA Pengamat Politik LIPI, Prof. Dr. Mahfud MD, SH.,SU, dan Ketua MPR RI Dr. (HC) Zulkifli Hasan, SE., MM.

Sementara Ketua Umum APHTN-HAN, Prof Mahfud MD, mengatakan tujuan digelarnya simposium ini, karena adanya keresahan dan kekhawatiran yang meluas di tengah-tengah masyarakat soal kebhinnekaan bangsa yang dirasakan terancam.

“Terutama sejak Pilgub DKI, seakan-akan benih-benih permusuhan antar ikatan primordial di negeri ini memanas, elemen satu dianggap ingin mendominasi dan yang satu dianggap mendominasi. Yang satu merasa disalahkan yang lain dirasa sangat menyalahkan pihak lain,” katanya.

Kekhawatiran yang meluas terutama sejak Pilgub DKI seakan-akan benih-benih permusuhan antar ikatan primordial di negeri ini memanaselemen satu dianggap ingin mendominasi dan yang satu dianggap mendominasi. Yang satu merasa disalahkan yang lain dirasa sangat menyalahkan pihak lain,” katanya.

“Saya mendengar dari Ketua MPR RI, bahwa keresahan di masyarakat itu, sangat terasa saat beliau berkunjung ke berbagai daerah,” kata Mahfud.

Ada satu keresahan dari masyarakat, kata Mahfud, bahwa tokoh agama ini mengatakan begitu, tokoh agama ini mengatakan begitu, tokoh adat daerah ini mengatakan begitu, Semua intinya mengeluh, merasa resah, merasa khawatir akan kebersamaan kita, sebagai satu bangsa rasanya kok terancam.

“Padahal, kita semua sudah bersepakat membangun negara ini, untuk bersatu maju sesuai amanah konstitusi,” katanya menambahkan. ( Bambang Subagio – Jakarta )

Kategori Nasional

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.