KKN Kebangsaan, Kembangkan Ekowisata Hutan Mangrove

LAPORAN : RELEASE || EDITOR :

INFOJAMBI.COM – Masa pandemi menjadi pembelajaran untuk melahirkan berbagai solusi yang tidak hanya mengatasi penderitaan akibat pandemi, tapi juga meningkatkan kualitas hidup dan bahkan peradaban manusia.

Kondisi ini-lah yang menjadi tantangan bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan Posko XXII.

Peningkatan wisata hutan Mangrove yang mereka kerjakan di Desa Kuala Lagan Tanjung Jabung Timur mendapat dukungan dan apresiasi dari Bupati Romi Hariyanto dan Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Andi Much Ichsan Usman.

Hal ini disampaikan bupati dan kapolres ketika meninjau lokasi tersebut. Selain bupati dan kapolres, dihadiri camat dan kades setempat.

“Kunjungan kami meninjau langsung hasil kerja keras dan karya Mahasiswa KKN Kebangsaan. Komitmen mereka menjaga kearifan lokal telah dibuktikan,” ujar bupati, Sabtu (21/8/2021).

Peningkatan wisata yang dilakukan, lanjut bupati, dengan mengedukasi masyarakat tentang betapa pentingnya hutan bakau dan boomingnya ekowisata hutan bakau, mereka berani untuk inisiasi akan hal ini.

“Kami ucapkan terima kasih, ini akan selalu kami ingat. Insyaallah kami kembangkan terus. Harapannya, mereka tidak cuma sekali datang, namun dikemudian hari datang lagi. Melihat hasil kerja yang berkembang lebih baik dari saat ini,” kata bupati.

Senada dikatakan AKBP Andi Much Ichsan Usman ikut membantu mengembangkan ekowisata hutan bakau Desa Kuala Lagan lebih baik

“Kami akan bantu kembangkan yang telah dikerjakan oleh adik-adik Mahasiswa KKN Kebangsaan Posko 22 ini,” kata dia.

Ketua Posko KKN Kebangsaan XXII, Agung Roihan mengaku bangga dan berterima kasih kepada pemerintah dan dukungan masyarakat Desa Kuala Lagan selama ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Kuala Lagan dan Kecamatan Kuala Jambi serta pada Pak Bupati dan Kapolres atas kehadirannya meninjau hasil kerja kami. Ini kami lakukan bersama pemuda Desa Kuala Lagan selama kurang lebih satu bulan ini,” ujar Agung.

Agung berharap ekowisata ini semakin berkembang lagi. Sehingga hutan bakau dapat menjadi ikon wisata Desa Kuala Lagan.

“Kami berasal dari berbagai daerah, mulai dari Bengkulu, Surabaya, Aceh, Gorontalo, Bangka Belitung, Padang, Surakarta, Pontianak. Tentunya Jambi akan membawa pesan keluar ke daerah kami, untuk mengenalkan Desa Kuala Lagan sebagai salah satu ekowisata di Provinsi Jambi,” kata Agung.

Selain itu, mereka berharap wisata Mangrove menambah penghasilan masyarakat Desa Kuala Lagan.****

Kategori Lensa

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.