Komisi IX DPR Siap Jadi Relawan Uji Klinis Fase Dua Vaksin Nusantara

Penulis : Bambang Subagio || Editor : M Asrori S

Anggota Komisi IX DPR RI siap jadi relawan uji klinis vaksin Nusantara.

INFOJAMBI.COM – Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja, untuk memantau jalannya penelitian dalam pembuatan Vaksin Nusantara di Rumah Sakit Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/02/2021).

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melki Laka Lena, mengatakan, pihaknya siap untuk menjadi relawan uji klinis fase II vaksin Covid-19 buatan dalam negeri tersebut. Sejumlah anggota Komisi IX DPR tersebut Abidin Fikri (F-PDI Perjuangan), Darul Siska (FPG) Fadholi (F-Nasdem), Ade Riski Pratama (F-Gerindra) dan Nurul Yasin (F-PKB).

“Semua anggota Komisi IX yang hadir bersedia untuk relawan uji klinis fase 2 Vaksin Nusantara,” kata Melki.

Dia menambahkan, pihaknya mendorong agar adanya percepatan dalam pengembangan Vaksin Nusantara, berdasarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2016, tentang percepatan produksi dan penggunaan obat dan alat kesehatan dalam negeri.

Melki menyampaikan hasil paparan dari tim peneliti Vaksin Nusantara yang menggunakan metode pengambilan sempel darah dari calon penerima vaksin, baru kemudian sempel tersebut diletakkan kealat khusus untuk kemudian dipertemukan dengan antigen.

Kemudian, sempel darah tadi dibiarkan selama sepekan untuk menghasilkan antibody, sebelum disuntikkan kembali kepada penerima Vaksin Nusantara, setelah menghasilkan antibodi untuk melawan virus corona.

“Di dalam proses dan darah itu tadi, akan menghasilkan semacam antibodi dan vaksin sendiri yang berasal dari orang tersebut,” jelas Melki.

Ia menerangkan, berdasarkan paparan dari tim peneliti Vaksin Nusantara ini, dipastikan aman setelah melakukan uji klinis fase satu kepada lebih dari 30 relawan vaksin. Meski begitu, ia mendorong agar BPOM segera mengecek hasil temuan dari ujin klinis fase satu Vaksin Nusantara.

Melki menambahkan, tim peneliti juga memaparkan Vaksin Nusantara aman untuk semua golongan, termasuk bagi warga yang memiliki komorbid dan anak-anak.

“Lebih dari 30 orang yang diuji klinis tahap satu itu, hasilnya aman dan tidak menimbulkan efek dan gejala apapun yang membahayakan. Dan hasil penelitan dari antibodinya atau Imunogenitas atau kemampuan untuk menghasilkan daya tahan tubuh terhadap Covid itu juga tinggi,” imbuhnya.

Komisi IX, lanjut dia, memastikan akan mengawal pengembangan Vaksin Nusantara terlebih vaksin Covid-19 ini, dibuat secara personal dan buatan anak bangsa.

“Kalau misalnya data dari tim peneliti setelah dicek lebih lanjut oleh BPOM memenuhi ketentuan pembuatan vaksin yang aman dan berkhasiat, maka bangsa Indonesia bisa merayakan dengan suka cita temuan ini. Kita harus bersyukur anak bangsa mampu membuat vaksin seperti ini,” ujar dia.

Dia berharap, penembuatan Vaksin Nusantara bisa dikerjakan secepat mungkin, sehingga Komisi IX DPR mendorong agar BPOM tidak hanya menunggu laporan dari setiap tahapan uji klinis, namun turut terlibat memastikan pembuatan Vaksin Nusantara itu memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, dalam rangka menjaga keamanan dan reputasi dari vaksin ini, agar setiap tahapan betul dan memastikan bahwa semua kendala yang dihadapi bisa kita bantu dalam fungsi pengawasan.

“BPOM juga kita minta tidak hanya menunggu laporan, tapi kalau bisa juga ikut dalam tim ini, jadi bisa diketahui bagaimana semua tahapan dalam pembuatan vaksin ini,” tandasnya.***

Kategori Kesehatan

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.