Senin, 18 Juni 2018 | 14:24

Komputer UNBK Rusak Bikin Dewan Sesak

Laporan Raden Soehoer

Anggota dewan mengecek komputer UNBK (foto : soehoer)

INFOJAMBI.COM — Ketua Komis I DPRD Batanghari, M Alpandi S.Kom mendadak memeriksa persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah sekolah, Selasa (13/3/2018).

Alpandi mengaku kesal pada pengadaan komputer 2017 lalu. Pasalnya, 202 unit komputer yang disalurkan ke tiga SMP, ternyata banyak yang bermasalah. Sementara UNBK sudah semakin dekat.

Dalam sidak bersama Sekretaris Komisi I DPRD Batanghari, Quswaini, Alpandi terlihat sangat emosi. Dia mendapat laporan dari Kepala SMP Negeri 21 Batanghari, Budi Cahyono, delapan unit adaptor komputer tidak berfungsi.

Untuk mengoperasikan komputer tersebut, Budi menggunakan dana sekolah untuk membeli adaptor baru. “Lho, kok sekolah harus mengeluarkan dana lagi, seharusnya rekanan tanggap, ganti adaptor itu,” tandas Alpandi.

Alpandi minta pihak rekanan segera mengecek kondisi komputer. Kalau ada yang bermasalah, harus segera diganti dengan yang baru. Apalagi komputer-komputer itu sudah disalurkan sejak Agustus 2017.

Sampai kini masih ditemukan komputer yang tidak bisa difungsikan. Komputer itu disimpan di gudang sekolah. “Sudah lebih setengah tahun penyalurannya, kok masih ada yang belum bisa difungsikan,” gerutu Alpandi.

Saat mendatangi SMP Negeri 3 Batanghari, Alpandi menemukan di ruangan komputer terdapat satu unit server bertuliskan rusak. Ini seharusnya tidak terjadi.

Menurut Alpandi, begitu tahu ada yang rusak, pihak sekolah mestinya langsung berkoordinasi dengan pihak rekanan. Diperbaiki atau diganti baru, bukan disimpan di gudang.

PPTK Pengadaan Komputer UNBK, Fransiska Boang Manalu, membenarkan kondisi tersebut. Saat ini adaptor komputer milik SMP Negeri 21 dalam proses perbaikan. Sementara server komputer di SMP 3 segera diganti atau diperbaiki.

“Semua sudah dikoordinasikan dengan pihak pabrik, akan diganti atau diperbaiki,” kata Siska.

Proyek pengadaan komputer tahun 2017 ini menelan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Dananya bersumber dari DAK dan APBD Batanghari. Proses pengadaan ini memakai sistem e-Katalog.

Pengadaan komputer tersebut kini dalam pemeriksaan BPK RI Perwakilan Jambi. Dewan menunggu hasil pemeriksaan itu. (IJ-2)

 

Kategori Pendidikan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.