Kondisi Perekonomian Provinsi Jambi Masih Dipengaruhi Oleh Perlambatan Ekonomi Global.

Penulis : Wahyu
Editor : Wahyu Nugroho

Plt.Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum (Wahyu)

INFOJAMBI.COM – Hari Ulang Tahun (HUT) ke 62 Provinsi Jambi tahun 2019, Senin (7-1-2019) selain diperingati dalam suatu Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jambi, juga dilaksanakan Upacara seluruh jajaran pegawai dilingkungan Pemprov Jambi, TNI dan Polri di Lapangan depan Kantor Gubernur Telanaipura Jambi, dengan Inspektur Upacara Plt.Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum

Dalam sambutannya Fachrori menyatakan komitmen pemerintah Provinsi Jambi untuk meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat.

Fachrori juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi yang dipengaruhi perlambatan ekonomi global. “Jika kita mencermati catatan perjalanan pembangunan Provinsi Jambi sepanjang tahun 2018, kondisi perekonomian Provinsi Jambi masih dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi global.

Sampai dengan Triwulan IV-2018 berdasarkan perhitungan Bank Indonesia Perwakilan Jambi, ekonomi Provinsi Jambi tumbuh sebesar 4,84-5,24 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2018, tumbuh sebesar 4,59-4,99 persen. Angka pertumbuhan ekonomi tersebut mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya yang tercatat 4,64 persen.

Sementara itu laju inflasi selama tahun 2018, dapat dikendalikan pada angka 3,02 persen untuk Kota Jambi dan 2,46 persen Kabupaten Bungo. Pada tahun 2019 berdasarkan prediksi Bank Indonesia kita harus mewaspadai beberapa potensi risiko yang dapat menyebabkan tekanan inflasi yang lebih tinggi yang diakibatkan antara lain oleh anomali cuaca yang dapat mengganggu hasil panen, dan kondisi infrastruktur yang dapat menghambat distribusi barang atau bahan makanan. Oleh karena itu, Tim Pengendalian Inflasi Provinsi Jambi, harus lebih intens lagi menjalin kerja sama dengan Tim Pengendalai Inflasi di Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, ”jelasnya.

Untuk meningkatkan sektor pertanian Plt menghimbau kepada para Bupati/Walikota se-Provinsi Jambi, untuk meningkatkan produksi dan produktivitas lahan pertaniannya, dengan cara memanfaatkan lahan tidur yang ada, serta menerapkan anjuran teknologi pertanian yang tepat guna. Sehingga setiap daerah, dalam memenuhi kebutuhan pangannya, dapat mengurangi ketergantungannya, kepada daerah lain.

Kepala SKPD lingkup Pemprov Jambi (Wahyu)

“Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa struktur perekonomian Provinsi Jambi, hingga saat ini hampir 30 persen, masih bergantung pada sektor pertanian, khususnya dari komoditi kelapa sawit dan komoditi karet. Sehingga tidak mengherankan jika geliat pertumbuhan ekonomi di daerah ini, sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga dari kedua komoditi unggulan tersebut. Kita menyadari sepenuhnya bahwa untuk meningkatkan dan mempertahan harga dari komoditi karet dan kelapa sawit ini, bukan suatu pekerjaan yang mudah. Mengingat kedua komoditi tersebut harganya tidak bisa diintervensi oleh pemerintah, melainkan ditentukan oleh kondisi di pasaran global dan pasaran internasional, ”ujarnya.***

Kategori Lensa

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.