Kopipede dan Delapan Himpunan Mahasiswa Gelar Sarasehan

PENULIS : TIM LIPUTAN
EDITOR : WAHYU NUGROHO

INFOJAMBI.COM – Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KOPIPEDE) Prov. Jambi bersama 8 Himpunan Mahasiswa di Provinsi Jambi menyelenggarakan kegiatan Sarasehan bertajuk “Jambi di Mata Pemuda” Jelang Pilgub Jambi 2020, Sabtu (7/9/2019) di Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Provinsi Jambi.

Acara ini dikonsep sebagai acara bersama yang menghadirkan para ketua Himpunan Mahasiswa sebagai pembicara, mendiskusikan berbagai permasalahan, hambatan, peluang dan tantangan pemuda Jambi 5 tahun kedepan. Hadir sebagai pembicara Ketua Himpunan Mahasiswa Bungo Imam Badawi, Ketua Keluarga Pelajar Mahasiswa Batanghari Dicky Prasetyo, Ketua Ikatan Mahasiswa Tanjab Barat Khadifa Firdaus, Ketua Himpunan Mahasiswa Sarolangun M. Fadhil, Ketua IMKS Astra Vigo Putra, Wakil Ketua KEPEMA Tanjung Jabung Timur Diki Gunawan, Ketua HIMSAK M. Tulus Akbar dan Ketua HIMASTE Deden Kurniawan. 

Acara sarasehan ini difasilitasi oleh KPU Provinsi Jambi, diawali dengan kunjungan ke Rumah Pintar Pemilu menyaksikan sejarah pemilu serta berdiskusi tentang hakekat pemilu bersama Apnizal Komisioner KPU Divisi Sosialisasi. Pesan terpenting dari KPU menghadapi Pilkada 2020 adalah kita sama-sama memerangi berita hoax seputar pilkada dan politisi SARA.

Sarasehan yang berlangsung sekitar empat jam itu diikuti oleh mahasiswa dari berbagai himpunan mahasiswa dari kabupaten/kota serta anggota KOPIPEDE Jambi.

Sarasehan ini menghadirkan pemantik diskusi Mochammad Farisi, LL.M Ketua Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KOPIPEDE) Prov. Jambi.

Selaku inisiator acara Farisi menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakannya sarasehan adalah untuk meningkatkan silaturahmi pemuda Jambi sekaligus membakar semangat pemuda untuk peduli terhadap calon pemimpin Jambi.

“Pemuda harus menjadi garda terdepan yang mengkritisi para bakal calon gubernur yang akan berlaga 2020 nanti, menganalisis berbagai permasalah pemuda serta menentukan kriteria yang tepat yang akan menjadi Gubernur Jambi 5 tahun kedepan,” kata Farisi.

Menurut Imam Badawi Ketua Himpunan Mahasiswa Bungo calon gubernur mendatang harus mempunyai visi misi dan program yang jelas dan terukur, punya brand yang jelas apakah Jambi menjadi provinsi industry, jasa atau agraris serta mengutamakan budaya dan kearifan lokal dalam pembangunan.

Sedangkan menurut Khadifa Firdaus Ketua Ikatan Mahasiswa Tanjab Barat mengatakan bahwa gubernur jambi kedepan harus memahami dan mampu memkasimalkan potensi dan pengelolaan sumber daya alam dan UMKM, selain itu bupati/walikota yang pantas mencalonkan diri menjadi gubernur adalah yang telah sukses atau berprestasi dalam membangun kabupaten/kotanya, apabila kabupaten yang dipimpinnya saja belum maju maka belum layak maju dalam pilgub.

Menurut Tulus Akbar Ketua HIMSAK, calon gubernur mendatang harus punya grand desain pemberatan korupsi di Jambi, mengendepankan green economy bukan sekedar mengejar growth economy. Ketua HIMSAR A. Fadhil dalam paparannya menyatakan bahwa lebih kurang 1500 pemuda sarolangun yang kuliah di Jambi, untuk itu juga harus mendapat perhatian dari gubernur nanti, misalkan dengan memberikan beasiswa. Fadhil mengatakan bahwa masyarakat saat ini sudah semakin apatis dengan elit-elit politik karena tidak berintegritas, sering melenceng dari janji-janji kampanye yang telah dilontorkan pada saat kampanye. Untuk itu momen pilgub 2020 pemuda harus jeli memilih yang benar-benar berinteritas.

Wakil Ketua KEPEMA Tanjung Jabung Timur Diki Gunawan yang juga aktivis petani, menyatakan saat ini banyak konflik lahan di jambi dan belum tuntas, gubernur mendatang harus mampu menyelesaikan masalah ini serta memanfaatkan skema perhutanan social untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani, dia berharap Jambi memilik Gubernur yang kinerjanya seperti wali kota Surabaya Tri Rismaharini.

Sedangkan Deden Ketua HIMASTE menyatakan Jambi membutuhkan gubernur yang memberikan keteladanan dengan memberikan pendidikan politik bagi masyarakat mampu menyelesaikan permasalahan daerah dengan focus pada pengembangan wisata sejarah, budaya dan alam.

Final dari sebuah gagasan ini adalah Jambi ditangga darurat yang membutuhkan solusi didalamnya yaitu pemimpin yg cerdas, kreatif, berakhlak, tegas, dan bertanggung jawab. Nantinya akan membimbing rakyatnya ke jalan yg dikatakan Jambi Tuntas, jambi yang menemukan titik kesejahteraan dari berbagai lini, karna ini bukanlah keinginan yg terlalu mustahil untuk digapai melainkan cita-cita yg harus didapat dengan perjuangan.***

Kategori Politik

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.