Korban Bendungan Belum Juga Dapat Ganti Rugi

Penulis : Jumalis
Editor : Dora

INFOJAMBI.COM – Enam bulan pembangunan bendungan di samping Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, puluhan ribu tanaman warga sekitar mati total.

Meski sudah lama berlangsung, belum ada juga penyelesaiannya. Warga pemilik kebun yang tanamannya rusak, masih menunggu ganti rugi.

Kejadian ini membuat warga kesal. Apalagi ganti rugi yang dijanjikan sampai sekarang belum juga ada kejelasan.

Tanaman yang mati bermacam-macam, diantaranya pinang, sirsak dan mangga.

Tanaman-tanaman ini mengering dan mati, akibat terendam banjir yang disebabkan oleh pembangunan bendungan.

Warga Kelurahan Sriwijaya, Kualatungkal dan juga pemilik kebun, Janan, mengaku tanamannya banyak yang mati gara-gara terendam banjir. Kondisi ini terjadi sejak enam bulan belakangan.

Hal yang sama dialami M. Ali. Sawit milik Ali juga mati dan tumbang, lantaran dihantam banjir. Ali tidak semangat lagi mengolah kebunnya.

Mewakili warga, H Bujang Kemas Ashari menuntut keadilan dan ganti rugi.

Menurutnya pembangunan bendungan ini tidak membawa manfaat. Air justeru menggenangi parit di kebun warga.

Bujang menilai, ketua dan wakil ketua DPRD Tanjung Jabung Barat, Mulyani Siregar, dan wakilnya, Muhammad Jakfar tidak peduli.

Mulyani dan Jakfar, kata Bujang, tidak pernah hadir dalam rapat bersama warga, membahas tuntutan ganti rugi tanaman mati.

Di Kelurahan Sriwijaya, terdata 250 hektar kebun warga terdampak banjir akibat bendungan ini.

Warga terus menuntut keadilan. Ganti rugi yang akan dijanjikan dianggap tidak sesuai. ***

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.