Minggu, 20 Januari 2019 | 18:25

Korem 042 Garuda Putih Gelar Ekspedisi, Menelusuri Kawasan Rimba Suku Anak Dalam

Penulis : Tim Liputan
Editor : DoRa

Danrem 042/Garuda Putih, Kolonel. Inf. Dany Budiyanto ketika mengunjungi warga SAD, beberapa waktu lalu (foto : penrem 042/gapu)

INFOJAMBI.COM — Suku Anak Dalam (SAD) merupakan salah satu suku adat tradisional yang ada di Provinsi Jambi. Hingga ini keberadaan suku ini diakui oleh dunia internasional.

Keberadaan SAD dikelompokkan menjadi salah satu Komunitas Adat Terpencil (KAT). Ini merupakan tindak lanjut atas pengakuan pemerintah terhadap keberadaan mereka.

Warga SAD bermukim di kawasan-kawasan pedalaman, di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi. Mereka hanya bertahan hidup dengan semua keterbatasan, baik sandang maupun pangan.

Menelusuri kehidupan mereka, Korem 042/Garuda Putih akan melakukan ekspedisi ke kawasan pemukiman warga SAD. Ekspedisi dijadwalkan berlangsung tiga hari, 10 – 13 Januari 2019.

Ekspedisi ini akan menelusuri kawasan SAD mulai dari Desa Jelutih, Hajran, Padang Kelapo, Tanah Garo, Dwi Karya, Koto Rayo, Mentawak, Gading Jaya, Bukit Suban, dan berakhir di Kawasan Terpadu Suku Anak Dalam.

Ekspedisi yang dipimpin langsung oleh Danrem 042/Garuda Putih, Kolonel Infantri Dany Budiyanto, akan menyibak banyak sisi kehidupan warga SAD dari bentuk keterasingan dan terpinggirkan (marjinal) dari kehidupan “layak” yang selama ini meraka alami.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian TNI terhadap rakyat. Hasilnya diharapkan warga SAD bisa menjadi salah satu acuan dalam arah pembangunan bagi kehidupan SAD Jambi.

“Kita akui, keberadaan saudara kita SAD tersebar di beberapa kabupaten. Dengan kehidupan yang selalu berpindah (nomaden), membuat banyak kendala untuk membina mereka secara utuh, termasuk pembinaan mental. Dibutuhkan pembinaan kemanusiaan yang memanusiakan mereka,” kata Kepala Penerangan Korem 042/Garuda Putih, Mayor. Inf. Firdaus, di ruang kerjanya, Selasa (8/1/2019).

Jajaran TNI sangat yakin dengan kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap warga SAD. Salah satu bukti nyatanya, Kawasan Terpadu SAD di Kabupaten Sarolangun akan menjadi kampung percontohan pola pembinaan dan pendidikan bagi warga SAD.

Dari sumber daya manusianya, warga SAD saat ini sudah banyak yang mengabdikan diri lewat jalur TNI dan Polri. Ini merupakan bentuk terobosan baru, bahwa mereka juga sama dengan masyarakat lainnya.

“Tidak ada yang beda. Terima kasih para Babinsa yang menjadi ujung tombak TNI di tengah masyarakat dan keberhasilan menciptakan kader-kader terbaik diantara warga SAD,” ujar Firdaus. ***


Kategori Lensa

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.