Kota Jambi Percontohan Nasional IRRC WtE

INFOJAMBI.COM — Kesuksesan Kota Jambi menjadi pilot project Integrated Resource Recovery Center (IRRC) Waste to Energy (WTE) di Indonesia, menginspirasi berbagai pihak menjadikan Kota Jambi sebagai spot studi replikatif manajemen persampahan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia.

Ini terlihat dari momentum peresmian Pilot Project IRRC-WTE, di Pasar Induk Talang Banjar Baru, Kota Jambi, Senin (29/1/2018), dirangkai dengan Seminar Nasional bertajuk “Manfaat Pembangunan Berkelanjutan dari Pusat Pemulihan Sumber Daya Terintegrasi di Indonesia (Sustainable Development Benefits of Integrated Resource Recovery Centres in Indonesia)”.

Seminar nasional di Aula Griya Mayang seusai peresmian Pilot Project IRRC-WTE menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. Diantaranya Secretary General UCLG ASPAC Dr Bernadia Irawati Tjandradewi, perwakilan UNESCAP Curt Gariggan, Project Coordinator UNESCAP Mr Rahul Teku Vaswani dan Direktur Waste Concern (Bangladesh) Magsood Sinha.

Pembicara dari dalam negeri adalah Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Ir Sudirman, Wali Kota Jambi DR H Syarif Fasha ME dan Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kabupaten Malang.

Seminar dipandu oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta Dr Oswar Mungkasa, diikuti perwakilan dari kementerian, badan nasional, kepala daerah, Pemprov Jambi, perwakilan pemerintah kota/kabupaten di Indonesia, akademisi, peneliti, perusahaan manajemen persampahan, masyarakat serta pihak swasta lainnya.

Pembukaan seminar ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, disaksikan Ketua DPRD Kota Jambi HM Nasir SE, Dandim 0415/BTH Letkol Inf Denny Noviandi dan Forkompimda serta OPD Kota Jambi.

Seminar nasional tersebut bertujuan untuk mempertemukan berbagai stakeholder dalam menyoroti manfaat pembangunan berkesinambungan IRRC dan mereplikasikan proyek tersebut bagi pemda lain di Indonesia.

Keberhasilan Kota Jambi dalam melaksanakan pembangunan pilot project pertama di Indonesia tersebut, telah menginspirasi berbagai pihak untuk menjadikan Kota Jambi sebagai percontohan nasional, bahkan dunia.

Dalam sambutannya Wali Kota Jambi Syarif Fasha menjelaskan bahwa komitmen pengolahan sampah berwawasan lingkungan di Kota Jambi, lebih ditekankan pada merubah mental masyarakat di Kota Jambi.

“Melalui pilot project IRRC-WTE, makin memantapkan upaya kami dalam mengatasi permasalahan persampahan di Kota Jambi. Selain mengurangi beban biaya operasional persampahan, teknologi ini membawa manfaat sosial ekonomi dan benefit bagi masyarakat, yaitu energi listrik dan gas bagi masyarakat. Yang terpenting adalah kami membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk memanfaatkan sampah sebagai sumber energi terbarukan di Kota Jambi,” papar Fasha.

Menurut Fasha, komitmen Pemkot Jambi akan terus dimantapkan dengan pengembangan pilot project IRRC-WTE di berbagai tempat di Kota Jambi.

“Kami berkomitmen akan membangun proyek WTE di beberapa titik sumber sampah di Kota Jambi. Semoga mampu berkontribusi dalam mengatasi masalah persampahan secara efektif dan berkelanjutan di Kota Jambi,” tambah Fasha.

Pada seminar tersebut, narasumber secara bergantian memaparkan solusi manajemen persampahan dari berbagai perspektif. Curt Gariggan dari UNESCAP memaparkan konsep pengelolaan limbah untuk kota kecil di kota sekunder dan pelaksanaan proyek-proyek di 6 negara.

Maqsood Sinha, Direktur Waste Concern yang berasal dari Bangladesh memaparkan pendekatan IRRC, manfaat berkelanjutan dari pengelolaan limbah yang terdesentrasi. Sementara itu, Direktur Pengelolaan Sampah Dirjen PSLB3 KLHK Ir. Sudirman memaparkan materi kota berwawasan lingkungan dan kebijakan nasional Indonesia mengenai pengelolaan limbah di Indonesia.

Di tempat yang sama, Secretary General UCLG ASPAC Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi dalam paparannya banyak menjelaskan manfaat penerapan IRRC di Indonesia dan replikasinya di daerah lain dan dunia. (MON)

 

Kategori Kota Jambi

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.