KPI Jambi Tanpa Perwakilan Perempuan, Fitri Kecewa Berat

Penulis : Tim Liputan || Editor : Doddi Irawan

Fitri Durotul Kolbiah

INFOJAMBI.COM — Salah seorang peserta seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Provinsi Jambi, Fitri Durotul Kolbiah, kecewa.

Wanita penyandang gelar sarjana hukum dan magister ekonomi ini mempertanyakan tidak adanya unsur perempuan, dalam KPI Provinsi Jambi yang baru ditetapkan DPRD Provinsi Jambi.

Fitri menduga ada unsur nepotisme dalam seleksi yang dimulai 21 Oktober 2020 itu. Dia menilai proses seleksi tidak transparan, bahkan terkesan tertutup.

“Seharusnya hasil tes bisa diakses oleh siapapun. Tapi faktanya dilakukan tertutup tanpa melibatkan unsur publik,” tandasnya.

Fitri menjelaskan, seleksi awal diikuti 53 orang, dengan metode Computer Assested Test ( CAT ). Peserta yang lolos 31 orang, sedangnya sisanya gugur.

Tahap berikutnya, 31 orang mengikuti tes psikologi pada 2 November 2020. Hasilnya mengerucut tinggal 21 orang yang kemudian mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Ketika hasil fit and proper test keluar, Fitri berada di peringkat 11. Otomatis saja dia tidak duduk sebagai komisioner.

Untuk KPI Provinsi Jambi dibutuhkan tujuh orang komisioner. Menurut Fitri, mestinya tujuh orang yang lolos mereka yang mendapat nilai tertinggi.

“Saya sangat keberatan dengan hasil akhir itu,” tegas Fitri.

BACA JUGA : Tujuh Komisioner KPI Jambi Lolos, Kemas Alfajri Berpeluang Ketua

Fitri berpendapat, dunia penyiaran merupakan konsumsi publik. Harus pro hak azazi manusia dan melindungi hak anak, remaja dan melindungi hak perempuan.

“Wajib ada perwakilan perempuan. Dari tujuh orang terpilih itu tidak satu pun ada perwakilan perempuan,” ujar Fitri. ***

Kategori Wanita dan Keluarga

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.