Selasa, 13 November 2018 | 01:11

KPUD Umumkan Nomor Urut, Pilkada Merangin “Ricuh”, Polisi Tembaki Massa

INFOJAMBI.COM — Ratusan massa salah satu kandidat calon Bupati Merangin bentrok dengan aparat kepolisian, setelah melakukan aksi unjuk rasa ke kantor KPUD Merangin, Selasa (13/2/2018).

Massa menilai ada kecurangan dalam pelaksanaa pilkada di Merangin. Dalam aksi unjuk rasa itu polisi terpaksa melepas tembakan, karena massa semakin brutal di kantor KPUD Merangin.

Mulanya aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan massa berjalan damai. Namun tiba–tiba salah satu provokator melempari polisi, sehingga berujung bentrok antara massa dan polisi.

Untuk membubarkan massa, aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa. Tapi massa tetap bertahan dan terus melempari polisi. Kericuhan makin memanas, ratusan massa membakar kantor KPUD.

Karena jumlah massa lebih banyak dan tidak terkendali, akhirnya bantuan dari Brimob Den B Polda Jambi dikerahkan, mengatasi kerusuhan massa yang semakin brutal. Berkali-kali gas air mata ditembakan untuk menghalau massa, namun massa tetap bertahan.

Selanjutnya, water canon dari Brimob Den B Polda Jambi juga dikerahkan. Massa sempat membubarkan diri, tapi beberapa jam kemudian massa berkumpul lagi, bahkan anarkis dengan menjarah pertokoan.

Untuk mengatasi kerusuhan yang lebih luas, tim anti anarkis Satbrimob Den B Polda Jambi diturunkan. Aparat sempat memperingati massa agar bubar. Sayang tidak diindahkan juga.

Aparat kepolisian akhirnya melakukan penembakan ke arah massa. Tiga provokator akhirnya tertembak dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian ini bukanlah sebenarnya, melaikan simulasi pengamanan pilkada yang akan digelar, 27 Juni mendatang. Simulasi dilakukan agar masyarakat luas tahu cara menghadapi kerusuhan jika terjadi saat pilkada.

“Ini rangkaian simulasi pengaman pilkada. Kami wajib melakukan simulasi agar masyarakat tahu bagaimana nantinya pihak kepolisian melakukan pengamanan, jika terjadi kerusuhan di pilkada,” kata Wakapolda Jambi, Kombes Pol Ahmad Haidar.

Wakapolda menuturkan, simulasi ini berjalan sangat baik. Dia terkesan melihatnya. Menurutnya polisi harus selalu mengedepankan protap dalam melakukan pengamanan pilkada.

“Simulasi ini seperti nyata, agar nanti sewaktu menghadapi unjuk rasa polisi sudah sangat siap melakukan pengamanan,” kata Wakapolda.

Sementara itu, terkait pilkada di Merangin, hari ini KPUD setempat melakukan pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Merangin periode 2018 – 2023.

Hasilnya, pasangan Fauzi – Sujarmin mendapat nomor urut satu. Pasangan Al Haris – Mashuri nomor urut dua. Pasangan Nalim – Khafid Moein nomor urut tiga.

Rapat pleno terbuka KPU Merangin itu diselenggarakan di aula STKIP YPM Bangko. (Jefrizal — Merangin)


Kategori Uncategorized

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.