Kuala Tungkal Masih Ribut Soal Gas

Laporan Raini

Antrean gas di Kuala Tungkal (foto : raini)

INFOJAMBI.COM — Langkanya gas 3 kg di Kuala Tungkal, Tanjabbar meresahkan masyarakat. Ini terjadi akibat sanksi pengurangan kuota gas oleh Pertamina ke pangkalan.

Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat harga LPG bersubsidi melejit tinggi, nyaris menembus harga Rp 30 ribu per tabung. Pihak disperindag setempat mengaku kebingungan. Harga gas 3 kg sulit dikendalikan.

“Kami juga bingung, padahal sudah dicek di tiap pangkalan. Mereka jual dengan harga standar, kisaran Rp 18 ribu per tabung,” ujar Kabid Perdagangan dan Pasar Dosperindag Tanjabbar, Yenni Warni.


Mengatasi kepanikan konsumen, Disperindagkop Tanjabbar bekerjasama dengan agen gas menggelar Operasi Pasar (OP). Sebanyak 560 tabung LPG 3 kg dilempar ke pasaran di Kuala Tungkal.

“Harganya Rp 18 ribu. Bagi yang mau beli, syaratnya harus bawa Kartu Keluarga (KK),” ujar Yenni.

Kelangkaan paling mencolok terjadi di Kecamatan Betara dan Tungkal Ilir. Harga di sana bisa dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET), benar-benar membuat pusing para kaum ibu rumah tangga.

Becek, warga Kuala Tungkal, mengaku sudah hampir satu bulan susah mendapatkan gas 3 kg. Kalau ada, harganya tinggi. Di warung, harganya mencapai Rp 28 ribu.

“Saya sudah keliling di Kuala Tungkal ini, harganya Rp 27 ribu,” tandas Becek.

Becek minta pemerintah bertindak tegas. Gas 3 kg sudah disalahgunakan. “Gas melon” yang diperuntukan bagi warga kurang mampu, malah dipakai oleh orang-orang kaya.

Tidak cukup satu jam, pihak Disperindagkop Tanjabbar mengadakan OP. Saat OP, Rabu (18/4/2018), 560 tabung gas 3 kg langsung ludes diserbu warga. OP diadakan Pemkab Tanjabbar di halaman Kantor Camat Tungkal Ilir.

Camat Tungkal Ilir, HM Yunus menjelaskan, OP diadakan untuk mengantisipasi kelangkaan gas. Meski warga diwajibkan membawa KK, persediaannya masih saja tidak cukup.

“Satu tabung gas untuk satu rumah. Itu untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah,” tandas Camat.

Inung, warga Parit II Kuala Tungkal mengaku sangat senang ada OP. Harganya sangat murah. “Basanya saya beli di warung sampai Rp 27 ribu per tabung. Ini cuma Rp 18 ribu, samo dengan di pangkalan,” ujarnya. ***

Editor : IJ-2

 

Kategori Ekonomi dan Bisnis,Tanjung Jabung Barat

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.