Leluasa Bertransaksi Tanpa Dompet Tebal di Gentala Arasi 2026

Bincang bareng Bank Indonesia bersama Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis Jambi, Selasa.

Reporter: DOD | Editor: Admin
Leluasa Bertransaksi Tanpa Dompet Tebal di Gentala Arasi 2026
Bincang bareng Bank Indonesia bersama Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis Jambi, Selasa | foto : dod

INFOJAMBI.COM — Suasana hangat menyelimuti The Tamarind Cafe, di Jalan Soemantri Brodjonegoro, Sipin, Kota Jambi, Selasa 1 September 2026. 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi kembali berkumpul berita dalam forum Bincang Bareng Media bersama Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Forweb) Jambi. 

Baca Juga: Inflasi Bulanan Jambi Tetap Terkendali pada Periode Idul Fitri 1445 Hijriah

Pertemuan ini menjadi kali ketiga ajang silaturahmi tersebut digelar secara rutin. Obrolan santai tapi berisi ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan BI Jambi. 

Tampak hadir Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi Tedy Arief Budiman, dua Deputi Kepala Perwakilan yakni Imam Dwi Kuncoro dan Robby Fathir Nashary, serta Manajer Akhson Dwi Hermawan

Baca Juga: Inflasi Provinsi Jambi Mei 2024 Terkendali

Menu utama yang disajikan dalam pertemuan ini adalah rencana perhelatan akbar tahunan, Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi (Gentala Arasi) 2026.

Gema Gentala Arasi 2026 dipastikan bakal terasa berbeda. Ajang Regional High Level Event (RHLE) yang digelar konsisten sejak 2023 itu memilih lokasi yang sangat unik. 

Baca Juga: Inflasi Provinsi Jambi Juni 2024 Terkendali, Kembali ke Rentang Sasaran

Event akan dipusatkan di Museum Sriwijaya Dharmakirti, Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi. Agenda berlangsung selama empat hari penuh, 3 - 6 September 2026, mengusung tema Center of Excellence.

Tedy Arief Budiman memaparkan bahwa perhelatan ini merupakan langkah nyata BI mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

“Kami berharap rekan-rekan media dapat menyampaikan kepada masyarakat tujuan acara dan pentingnya kegiatan ini. Mohon doa restu, sehingga acaranya terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Gentala Arasi bukan lagi sekadar rutinitas tahunan. Agenda ini dirancang sebagai wadah penguat ekosistem digital. 

Caranya melalui kokohnya sistem pembayaran dan integrasi beragam program Bank Indonesia. Target utamanya membangun kesadaran serta interaksi publik terhadap transaksi digital. Anak-anak muda, khususnya Gen Z, disasar secara khusus agar makin melek transformasi digital.

“Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran dan interaksi masyarakat mengenai sistem pembayaran secara digitalisasi. Salah satu yang paling disasar yakni kalangan generasi muda atau Gen Z,” katanya.

Isu digitalisasi ini tak bisa digendong sendirian oleh Bank Indonesia. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama. Pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, hingga komunitas lokal harus bergerak bersama sebagai pengguna aktif.

“Kami ingin berkolaborasi dengan berbagai pihak. Ini tugas dan tanggung jawab kita semua. Digitalisasi ini bukan untuk Bank Indonesia, tapi untuk kemaslahatan kita semua,” tegas Tedy.

Masuknya sistem pembayaran digital membawa angin segar bagi kas pemerintah daerah. Transparansi penerimaan daerah bisa meningkat drastis. 

Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun makin mudah dicapai. Setiap rupiah yang ditransaksikan secara digital meninggalkan jejak data yang riil. Data ini sangat gampang dicatat, dipantau, dan dievaluasi, sehingga menutup celah kebocoran penerimaan.

“Buat pemerintah daerah misalnya, itu untuk meningkatkan PAD. Contoh, di Jakarta dulu, isu utama kebocoran anggaran PAD dari perparkiran. Parkir sekarang tinggal nge-tap,” jelasnya.

Skema nontunai ini sangat efektif bila diterapkan pada sektor pariwisata. Penjualan tiket masuk maupun transaksi di dalam destinasi wisata tidak lagi rawan mengalami kebocoran anggaran.

“Pengalaman juga di sektor pariwisata. Ada dulu suatu daerah, ketika mau masuk ke objek wisata dia menggunakan tiket. Dengan digitalisasi, tidak ada kebocoran uang pendapatan,” jelas Tedy.

Melalui Gentala Arasi, BI Jambi terus memantik kebiasaan baru di tengah masyarakat dan pelaku usaha. Transaksi harian yang efisien diharapkan lahir dari gaya hidup nontunai.

“Melalui Gentala Arasi Bank Indonesia mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan. Banyak hal akan kami selenggarakan, setidaknya ada sosialisasi dalam berbagai bentuk,” kata Tedy.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jambi, Robby Fathir Nashary menambahkan, ada sentuhan segar dalam Gentala Arasi 2026. Pamor dan potensi lokal Jambi diangkat secara elegan melalui pemilihan lokasi KCBN Muaro Jambi. Situs bersejarah ini dinilai amat pas bersanding dengan napas digitalisasi modern.

Kawasan Percandian Muaro Jambi tidak cuma menyimpan nilai sejarah dan kebudayaan yang megah. Tempat ini rupanya sudah melangkah awal dalam menerapkan pembayaran digital pada aktivitasnya.

“Gentala Arasi tahun 2026 semua berkesinambungan. Tidak melupakan apapun yang ada di Jambi, kita selalu mengangkat apa yang ada di Jambi,” ujar Robby.

Langkah BI Jambi ini diniatkan untuk melejitkan seluruh potensi daerah agar berkembang maksimal lewat sentuhan teknologi digital.

“Kami berupaya mendorong semua potensi yang ada di Jambi semaksimal mungkin, termasuk dengan digitalisasi,” katanya.

Robby pun membocorkan pengalamannya saat melihat langsung penerapan transaksi nontunai di area Museum Sriwijaya Dharmakirti dan kawasan KCBN Muaro Jambi.

“Saya kemarin ke museum itu merasa happy. Saya merasa berada di daerah yang benar-benar baru,” ungkapnya.

Pengalaman personal tersebut membuktikan satu hal penting. Digitalisasi dan pelestarian kawasan wisata sejarah-budaya ternyata bisa berjalan berdampingan tanpa saling meniadakan.

“Semua transaksi pada saat masuk ke dalam semuanya benar-benar digital. Jadi bagaimana ekonomi kita bisa berkembang ke depan,” ujar Robby.

Pemilihan KCBN Muaro Jambi sebagai arena perhelatan Gentala Arasi 2026 diniatkan untuk mengerek denyut ekonomi warga. Pariwisata berbasis budaya disinergikan langsung dengan denyut usaha masyarakat sekitar. 

Kehadiran event ini diharapkan menciptakan peluang rezeki baru bagi para pedagang, pengelola wisata, UMKM, hingga warga lokal.

Sistem pembayaran digital hadir menjadi sarana pendukung utama. Transaksi non-tunai menyajikan kepraktisan, kecepatan, serta keamanan transaksi yang transparan. 

Kolaborasi luas pun dirajut. Gentala Arasi 2026 menggandeng pemda, sektor perbankan, pegiat pariwisata, pelaku usaha, sampai komunitas lokal.

Kolaborasi ini memastikan transformasi digital tidak berhenti sekadar pada urusan alat pembayaran belaka. Lebih jauh, ada dampak ekonomi nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Teknologi yang melompat cepat memang telah mengubah gaya hidup masyarakat. Penggunaan uang tunai makin bergeser menuju pembayaran non-tunai lewat pelbagai saluran digital.

Gentala Arasi menjadi event tahunan BI Jambi dengan tema digitalisasi pembayaran. Sistem pembayaran digital yang makin solid bakal menciptakan ruang transaksi yang cepat, praktis, aman, dan tercatat rapi. 

Penggunaan kanal digital yang kian meluas dipastikan membuat aktivitas ekonomi masyarakat Jambi berjalan efisien. Di sisi pemda, potensi kebocoran anggaran bisa dipangkas, sekaligus mendongkrak pendapatan daerah.

Gentala Arasi 2026 tak sekadar kalender acara tahunan Bank Indonesia semata. Pesta digital ini menjadi pijakan bersama untuk mengakselerasi transformasi ekonomi digital di Jambi. 

Kekayaan sejarah dan budaya lokal kini berkelindan harmonis dengan inovasi teknologi, membawa pariwisata, UMKM, dan perdagangan lokal tumbuh berkelanjutan. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya