Senin, 24 September 2018 | 15:09

Lesehan Masyarakat Kalbar Dulang Dana Korban Lombok Rp676juta

Laporan Bambang Subagio

INFOJAMBI.COM – Ribuan warga Kalimantan Barat asal Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi yang berkumpul dalam acara ‘Seprahan Seperantauan Masyarakat Kalbar’ berhasil menggalang dana untuk membantu korban gempa bumi di Lombok sebesar Rp676juta, di kediaman Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (Oso), pada Sabtu (15/9/2018).

Seprahan adalah budaya makan yang ada di Kota Pontianak, Kalbar secara lesehan. Semua hidangan makanan disusun secara teratur di atas kain saprah, Filosofi budaya makan saprahan, dari sisi etika mengandung arti menghormati orang yang lebih tua, menghargai pimpinan atau orang yang dihormati. Selain itu juga adanya rasa kekeluargaan dan kebersamaan menyatu dalam tradisi makan saprahan.

Hadir dalam acara sosialiasi empat pilar bertajuk Seprahan Seperantauan Masyarakat Kalbar’ itu Wapres kesembilan Hamzah Haz, anggota Badan Sosialisasi MPR RI Zainud Tauhid, Gubernur Kalbar Sutarmidji, Rektor Universitas Tanjung Pura, dan para kepala daerah se-Kalbar. Dana yang terkumpul senilai Rp676juta tersebut akan diserahkan langsung oleh Sutarmidji

Sebagai pembicara dalam sosialisasi, Osman atau biasa disapa Oso menjelaskan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan perekat bangsa. “Ini merupakan pertahanan terakhir bangsa Indonesia,” ujar Oso.

Oso pun mengingatkan agar segenap anak bangsa selalu mengingat asal-usul dirinya berasal mengingat adanya ancaman intervensi bangsa asing. “Kita harus ingat dari mana asal kita. Kalau semua anak bangsa ingat asal-usul atau daerahnya maka Indonesia akan maju, “ ujar Oso seraya mengatakan ingin membangun kampung kelahirannya di Sukadana, kabupaten Kayong Utara, Kalbar.

Oso menambahkan dalam membangun semuanya harus diawali dari daerah. Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, diakui oleh Oesman Sapta berhasil. “Dulu orang-orang Kalbar pergi ke Serawak, Malaysia, dan berfoto di sana. Dalam foto itu terlihat keindahan dan bagusnya kota negeri jiran,” ujarnya.

Namun sekarang, menurutnya, sudah terbalik. “Orang-orang Serawak sekarang pergi ke Kalimantan Barat dan berfoto keberhasilan pembangunan di perbatasan,” ujarnya.
Kemajuan yang terjadi, menurut Oesman, karena masyarakat Kalbar selain terbuka juga sangat menjunjung sikap kekeluargaan. “Warga Kalbar tak pernah membeda-bedakan. Ini sesuai dengan nilai-nilai Empat Pilar,” ujarnya menambahkan.

Oso menegaskan seprahan warga Kalbar bukan sekedar kumpul-kumpul. “Di sini kita menggalang dana untuk korban gempa Lombok dan terkumpul Rp 676 juta. Nanti akan diserahkan oleh Bapak Gubernur, “ katanya.

Dalam sambutan, Hamzah Haz mengatakan sebagai warga bangsa harus melaksanakan Pancasila, khususnya Sila Pertama, yakni Sila Ketuhanan yang Maha Esa. “Sila pertama ini harus memperoleh perhatian. Kalau Sila Pertama tak diamalkan akan membuat moral bangsa ini jatuh,” kata mantan politisi PPP asal Ketapang, Kalbar itu.

Hamzah mengaku telah menyampaikan hal tersebut dua tahun silam kepada Presiden Jokowi, tokoh ummat Islam maupun tokoh non-Muslim. “Kita perlu memperbaiki moral dengan agama. Sebagai umat mayoritas, diharapkan ummat Islam bersikap yang baik. Kalau ummat Islam baik, maka baiklah Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan Sutarmidji, dalam sambutannya mengatakan, kalau ada sosialisasi empat pilar model seprahan atau lesaehan ini merupakan bentuk kegiatan sangat luar biasa. Sebab mendengarkan materi sosialisasi, berarti peserta telah langsung mengimplementasikan Empat Pilar. “Dengan hadir dalam acara ini, mengingatkan kita bahwa Kalbar adalah bagian dari NKRI”, ujarnya.

Oesman mengatakan semua anak bangsa mesti mengingat asal-usul daerahnya, maka Indonesia akan maju. “Saya ingin membangun kampung kelahiran saya, Sukadana, Kayong Utara, Kalbar,” katanya.***

Editor Wahyu Nugroho


Kategori Lensa

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.