Senin, 19 November 2018 | 21:24

Letkol Inf M Arry Yudistira : Program TMMD Memperekat Hubungan Prajurit TNI dan Masyarakat

Laporan Tim Liputan

INFOJAMBI.COM — Komandan Kodim 0419/Tanjab, Letkol Inf Arry Yudistira menyebutkan bahwa pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) semakin memperekat hubungan prajurit TNI dengan masyarakat.

“Kerja sama antara masyarakat dan TNI memiliki sejarah panjang. Sejak zaman bangsa Indonesia mempertahankan kedaulatannya dari agresi negara asing,” kata Arry pada wartawan, Jum’at (19/10/2018).

Sebagai Dansatgas TMMD 103 Kodim 0419/Tanjab, Arry menyatakan, hubungan antara TNI dan masyarakat sipil terus berlanjut dan tidak terputus oleh waktu. Kedaulatan bangsa bukan saja menjadi tugas wajib anggota TNI, namun juga seluruh warga negara.

Dengan latar sejarah panjang, kegiatan TMMD 103 Kodim 0419/Tanjab 2018 yang dipusatkan di Dusun Sungai Ayam, Desa Pangkal Duri, Mendahara, Tanjung Jabung Timur, merupakan kelanjutan dari program Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) Masuk Desa atau AMD, yang pertama kali berlangsung pada tahun 1980.

Arry menjelaskan, kegiatan TMMD dilakukan terpadu antara unsur TNI dan masyarakat, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kegiatan ini dilakukan prajurit TNI AD di seluruh Indonesia.

“Tujuan kegiatan TMMD sangat jelas, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dan memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, bernegara, bela negara, dan mewujudkan kecintaan pada negara,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan TMMD yang dilaksana di wilayah hukum setempat menitik beratkan pada wilayah atau desa miskin, terisolir dan terpencil, sebagaimana kegiatan yang biasa dilaksanakan dimana pun itu.

Lokasi Desa Pangkal Duri yang terisolir dan akses jalan yang sulit merupakan salah satu pertimbangan Satgas TMMD 0419/Tanjab, selain sasaran fisik pembukaan jalan baru jelas akan menguntungkan warga.

“TMMD jelas merupakan kegiatan perekat kebersamaan antara TNI dan masyarakat, sehingga pihak Kodim 0419/Tanjab akan memfokuskan diri dalam 30 hari di lapangan nantinya,”imbuh Dandim.

Selain itu pihak TNI AD juga telah melakukan monitoring lokasi untuk TMMD tahun ini dengan melihat sejauh mana potensi-potensi kecamatan yang dituju mampu diangkat untuk mampu mensejahterakan masyarakat.

Tambah dia, gerak yang dilakukan oleh prajurit TNI AD bersama masyarakat setempat dibagi menjadi dua program, yakni program fisik dan non fisik.

Seperti melakukan peningkatan jalur penunjang transportasi di pedesaan.

Selain itu, membantu peningkatan sarana – prasarana air bersih, kesehatan, tempat ibadah, serta sarana ketertiban dan keamanan lingkungan setempat.

“Tujuan lebih besar dari kegiatan TMMD adalah untuk merangsang dan menggerakkan masyarakat dalam membangun desa tempat tinggal mereka, agar mampu menjadi modal awal dalam mencapai kesejahteraan,” tegas Letkol Inf Arry.

Perlu diketahui, pihak TNI AD juga melakukan berbagai penyuluhan yang berdampak pada segala aspek kehidupan bermasyarakat.

Mulai dari penyuluhan program KB (keluarga berencana) dan kesehatan, penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba, serta berbagai penyuluhan, sampai melakukan pengobatan massal gratis untuk masyarakat.

Lebih jauh Arry mengatakan, pihaknya berterimakasih atas berkenannya masyarakat dan Forkopimcam Mendahara untuk menjadikan wilayah mereka sebagai lokasi TMMD ke-103. ***

Editor : IJ2


Kategori Tanjung Jabung Timur

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.