Lima Tahun Tidak Mengajar, Pak Suyadi Tetap Terima Gaji‎

ILUSTRASI

KUALATUNGKAL — Lima tahun tidak menjalankan tugas sebagai guru PNS, gaji Suyadi masih tetap jalan. Kuat dugaan ada permainan pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Merlung.

Suyadi tercatat sebagai salah satu guru di SDN 160 Merlung. Sejak lima tahun terahir dia tidak aktif menjalankan tugas dan fungsinya sebagai guru. Suyadi juga tidak pernah memberi kabar soal ketidakhadirannya ke UPTD.

Ironisnya, meskipun tidak melaksanakan tugas sebagai guru, gaji Suyadi masih terus mengalir hingga Januari 2017. Hal itu dibenarkan oleh Kepala SDN 160 Merlung, Supono.

“Benar yang bersangkutan masih tercatat sebagai guru di sekolah ini. Kami juga heran, Pak Suyadi sudah lama menghilang dari wilayah Merlung,” katanya.

Menurut Supono, pihak sekolah tidak berani menerima uang gaji Suyadi, karena yang bersangkutan sudah lama tidak pernah menjalankan tugas.

“Kami tidak berani memegang uang gajinya, karena orangnya tidak ada di sini. Gajinya tetap di bendahara UPTD,” terang Supono.

Bendaharawan UPTD Pendidikan Merlung, Sarul, membenarkan Suyadi adalah guru SDN 160 Merlung. Persolan tidak masuknya Suyadi selama lima tahun sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Tanjabbar.

“Dia memang guru di Merlung. Masalah ini sudah berulang kali dilaporkan ke dinas, tapi belum juga ada tindak lanjut, sehingga gajinya masih tetap jalan,” jelas Sarul.

Disinggung soal gaji Suyadi yang selama lima tahun terakhir diserahkan pihak sekolah ke UPTD, dengan tegas dibantah Sarul.

“Kalau itu tidak benar. Gaji langsung diambil oleh kepala sekolah. Bisa kami buktikan, gaji Pak Suyadi tidak ada dengan kami, tapi di sekolah,” tandas Sarul.

Kabid Kepegawaian Dinas Pendidikan Tanjabbar, Azhar, mengatakan, pihak dinas pernah menerima laporan mengenai Suyadi ini. Tapi laporan itu tidak ditindaklanjuti pihak sekolah dan UPTD.

“Memang pernah ada laporan soal Pak Suyadi, tapi tidak dilanjutkan. Jadi bagaimana kami mau memproses. Seharusnya laporan tersebut dilanjutkan jadi kami tahu yang bersangkutan tidak lagi aktif sebagai guru,” jelasnya.

Azhar menjelaskan, untuk penghentian gaji sampai proses pemecatan, banyak tahapan yang harus dilalui. Dia menyayangkan hal ini. Pihaknya akan memanggil pihak sekolah dan UPTD. (infojambi.com/DD)

Laporan : Raini

 

Kategori Pendidikan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.