Lokasi Jambi Business Centre Masih Dipagar Seng, Ini Sebabnya…

Maket Jambi Business Centre, di kawasan Sipin Ujung, Kota Jambi

KOTAJAMBI — Gubernur Jambi, Zumi Zola, terus mendorong percepatan pembangunan Jambi Business Centre (JBC), di areal eks kantor Dinas Peternakan Provinsi Jambi. Zola menghimbau masyarakat mendukung pembangunan JBC.

Zola mengadakan rapat dengan pihak investor, PT Kurnia Properti dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jambi. Mereka membahas progres rencana pembangunan JBC dan masalah yang dihadapi.

Rapat berlangsung di ruang kerja gubernur, Senin (27/3). “Kami ingin ketika ada investor menginvestasikan dananya di daerah, harus dibantu. Ini membantu perekonomian masyarakat juga, termasuk JBC,” ujar Zola.

“Permasalahan JBC sudah setahun dipantau, ada pihak keberatan, tapi secara hukum sudah inkrah. Artinya sudah ada ketetapan hukum, tidak bermasalah lagi dan statusnya milik Pemprov Jambi,” jelas Zola.

Zola sudah menanyakan pada pihak perusahaan, kenapa pembangunannya belum jalan. Penyebabnya, status lahan harus diurus terlebih dahulu dan sudah selesai.

Masalah kedua, sebelum membangun, harus ada land test (tes tanah). Ini harus dilakukan pihak perusahaan, tapi terkendala dihalang-halangi oleh oknum tertentu, yang mengklaim areal itu milik mereka.

“Ini negara hukum, siapa pun harus tunduk pada hukum. Kalau tidak, ada pengadilan, tapi sudah dua kali dari pengadilan dan jelas itu milik Pemprov Jambi. Oleh sebab itu kami mengajukan permohonan ke kepolisian membantu proses pembangunan JBC tidak terkendala,” tegas Zola.

Hal lain, masalah teknis, Pemprov Jambi berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Soalnya, setelah 30 tahun, bangunan itu akan menjadi milik Pemprov Jambi. Untuk sistem Build Operate Transfer (BOT), harus dilaporkan dulu ke kementerian.

“Sudah jelas hitungan kerjanya, sudah harus hitungan kerja per bulan. Harus jelas targetnya. Ketika macet, dikaji titik mampetnya, bukan hanya pemprov dan perusahaan yang bekerja, tapi ada pihak lain terlibat, seperti BPN,” ujar Zola.

Zola sangat mengharapkan dukungan masyarakat terhadap pembangunan JBC. Pasalnya, di situ nanti akan ada mal, hotel, convention centre, dan banyak lagi. JBC dinilainya berdampak sangat baik bagi daerah.

“Jadi, mari dukung pembangunan JBC berjalan lancar,” kata Zola.

Direktur Utama PT Kurnia Property yang akan membangun JBC, Mario Liberty Siregar, menjelaskan, saat ini yang belum selesai adalah sertifikat dari Hak Pakai menjadi Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

Untuk menjadi Hak Guna Bangunan di atas HPL, kewenangannya di BPN Pusat. Sekarang sudah dalam proses. Lalu masalah pengosongan lahan, kewenangan Biro Pengelolaan Barang Milik Daerah/Aset dan Satpol PP Provinsi Jambi yang di-back up pihak kepolisian.

“Setelah kedua hal terpenuhi, harus ada IMB yang menjadi kewenangan Pemkot Jambi. Sebelum dibangun harus ada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Untuk Amdal dan Amdal Lalin yang merupakan kewenangan Pemprov Jambi sudah selesai,” beber Mario. (infojambi.com)

Laporan : Doddi Irawan – MH

 

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.