Minggu, 24 September 2017 | 13:44

Maaakkkk…. Puluhan Ribu Warga Sarolangun Masih Miskin

ILUSTRASI

SAROLANGUN – Sebanyak 28.500 jiwa penduduk Kabupaten Sarolangun masih berada di bawah garis kemiskinan. Angka ini menempatkan Sarolangun di peringkat empat angka kemiskinan kabupaten/kota.

Hal itu diakui oleh Kepala Bappeda Sarolangun, Dedy Hendri. Menurutnya, berdasar data BPS, pada 2015 angka kemiskinan di Sarolangun sebesar 10,29 %. Angka ini berada di atas angka kemiskinan Provinsi Jambi, 9,12 %.

“Tapi masih berada di bawah angka kemiskinan nasional, 11,13 %,” kata Dedy.

Pada 2011 angka kemiskinan Sarolangun sebesar 9,1 %. Namun pada 2015 naik menjadi 10,51 %. Angka itu turun pada 2014, 10,17 %. Tapi kembali naik pada 2015, sebesar 10,29 %.

Diungkapkan, masih tingginya angka kemiskinan di Sarolangun, disebabkan indikator warga miskin untuk Sarolangun cukup tinggi. Dipatok pada pendapatan yang mencapai Rp 370.205 per kapita per bulan.

Dengan perhitungan angka garis kemiskinan lebih tinggi dari daerah lain, angka kemiskinan Sarolangun jadi tinggi. Padahal pertumbuhan ekonomi Sarolangun terus maju, bahkan termasuk paling tinggi di Provinsi Jambi.

“Seandainya warga yang dikategori miskin tinggal di kabupaten lain, mereka tidak termasuk warga miskin,” ucapnya.

Informasi yang didapatkan BPS Sarolangun menyebutan, salah satu faktor kenaikan angka kemiskinan Sarolangun karena pada 2015 harga karet dan sawit turun drastis. Daya beli masyarakat mengalami penurunan.

Sementara itu, salah satu penilaian yang dilakukan petugas dalam mendata angka kemiskinan, indikatornya termasuk daya beli masyarakat. (infojambi.com/d)

Laporan : Rudy Ichwan

ILUSTRASI

Kategori Keluarga

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.