Mahfud MD Memiliki Paket Komplet untuk Menjadi Cawapres

Laporan Bambang Subagio

Lely Arrianie Napitupulu (2 dari kanan) pakar komunikasi politik (foto Bambang Subagio)

INFOJAMBI.COM – Pakar komunikasi politik Lely Arrianie Napitupulu mengatakan langkah Partai Perindo yang berkeinginan menjodohkan kembali Joko Widodo dengan Jusuf Kalla, merupakan strategi politik agar gerak Jokowi memilih pasangannya tidak mudah terbaca oleh pihak lawan. Strategi politik tersebut bisa dimaklumi menyusul Jokowi juga berada dalam kondisi sulit, karena juga ada permintaan agar mengumumkan cawapres bukan berasal dari kader partai pengusung.

“Presiden Jokowi dalam keaadaan sulit untuk mengumumkan calon yang dipilih bukan dari kader partai pengusung. Apalagi setelah adanya wacana Mahfud MD yang bakal dipilih sebagai cawapres, “Lely Arrianie di dalam dialog interaktif bertema ” Colak Colek Caleg” Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2018).


Lely berpendapat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD merupakan figur paling lengkap kompetensinya untuk menjadi cawapres pendamping Jokowi pada Pemilu 2019. Mahfud berpengalaman di legislatif (anggota DPR), yudikatif (Ketua MK) dan ekesekutif (Menteri Pertahanan serta Menteri Hukum dan Perundang-Undangan), selain juga merupakan guru besar hukum tata negara dan berlatarbelakang santi serta memiliki kedekatan dengan kelompok Islam.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dinilai menjadi figur paling lengkap kompetensinya untuk menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi pada Pemilu 2019.

“Saat ini tidak ada kandidat yang lebih baik dibanding Pak Mahfud untuk dijadikan cawapres. Beliau Mahfud ini paket lengkap untuk cawapres. Siapa lagi figur yang bisa jadi paket lengkap selain Pak Mahfud?” kata Lely.

Dosen di Universitas Jayabaya dan Mercu Buana ini menambahkan selama karir profesionalnya, Mahfud MD juga berintegritas dan bersih dari segala catatan pelanggaran hukum. Kedekatannya dengan kelompok Islam dapat mencegah fitnah bernuansa SARA yang dialamatkan ke Jokowi. “Pak Mahfud semakin komplet karena dia dari kalangan Islam,” ujarnya.

Di sisi lain lanjut Lely, kapasitas Mahfud dalam bidang hukum tata negara juga bisa membantu Jokowi membangun pemerintahan. Orang yang menguasai ekonomi belum tentu menguasai soal umat dan hukum. Semua punya kelebihan dan kekurangan.

“Tokoh pengusaha belum tentu bisa diakomodasi kelompok tertentu, itu yang jadi masalah. Artinya paket lengkap ini (Mahfud MD) harus dipertimbangkan oleh Pak Jokowi,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo sudah menjaring lima sosok potensial menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya sebagai petahana pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Selain nama Mahfud MD, juga ada nama Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar juga masuk bursa cawapres Jokowi.

Editor Wahyu Nugroho

Kategori Politik

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.