Sabtu, 23 Maret 2019 | 18:28

Manajemen Penanggulangan Bencana Harus Diperkuat

Penulis : Maria/Mustar
Editor : M Asrori S

Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, saat berada di Jambi untuk menghadiri Rakor Penanggulangan benacana.

INFOJAMBI.COM – Gubernur Jambi H.Fachrori Umar, berharap agar manajemen penanggulangan bencana terus diperkuat, baik dalam antisipasi maupun dalam menghadapi dampak bencana.

Harapan itu disampaikan H Fachrori Umar pada pembukan Rakor Penanggulangan Bencana Daerah se-Provinsi Jambi, di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi, Sabtu (16/3/2019).


Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi, terkait penanganan kebencanaan sekaligus mempererat silahturahmi semua elemen masyarakat.

”Pertemuan ini sangat penting dalam mengantisipasi dan mempersiapkan berbagai program, dalam menghadapi bencana yang hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Provinsi Jambi memiliki karakteristik kebencanaan berbeda dengan wilayah lainnya,” kata Fachrori.

Untuk itu, tegas Fachrori, diperlukan sinergitas dan rencana strategis dalam mengatasi berbagai kemungkinan bencana alam yang sulit terprediksi. Sistem metode yang sistematis dan cepat serta perlu diperhatikan lebih serius dalam pelaksanaan manajemen penanggulangan bencana.

“Pertemuan ini diharapkan dapat menyusun rencana dan langkah strategis, dan kami mengharapkan bantuan dari BNPB, untuk memberikan dukungan pendanaan, terutama dalam pembangunan infrastruktur penanggulangan bencana banjir di sepanjang aliran Sungai Batanghari,” ujar Fachrori.

Terpenting lagi dalam rakor tersebut, juga disampaikan sejumlah materi terkait manajemen penanggulangan bencana, khususnya untuk wilayah Jambi.

Danrem 042/Gapu Jambi, Kolonel Arh. Kolonel Arh Elphis Rudi, M.Sc,SS, menyampaikan tentang Strategi Cegah Dini, Deteksi Dini dan Penanganan Karhutla serta Bencana Alam lainnya dengan Pemanfaatan Drone/UAV di Provinsi Jambi.

Kepala BRG RI, Nazir Foead, memaparkan tentang pengendalian karhutla di Provinsi Jambi. Begitu juga Ahli kebakaran hutan dari IPB, Ati Dwi Nurhayati S.Hut, M.Si menjelaskan masalah kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Informasi masalah cuaca ekstrim di Jambi, dipaparkan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Adi Setiadi. Lalu soal kesiapsiagaan Pemprov Jambi dalam penangulangan Karhutla, disampaikan Kepala BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah,SH,MH.

Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo.

Sementara Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, mengatakan, pertemuan ini dilaksanakan guna menghadapi musim kemarau tahun 2019.

“Berdasarkan data BMKG, musim kemarau tahun ini akan dimulai sekitar bulan Juni. Jadi kita ingin lebih siap untuk menghadapinya. Kita melibatkan pakar/akademisi, untuk membuat perencanaan, program yang akan membantu kita mencegah, menghadapi Karhutla,” tegasnya.

Menurut Doni Monardo, sebagian besar kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh ulah manusia, karena membuka lahan atau karena dibayar oleh pihak tertentu. Makanya perlu dilakukan pencegahan dan pola yang dilakukan adalah melakukan pendekatan kepada masyarakat, melalui pemerintah daerah, TNI/Polri, akademisi serta melibatkan relawan dan penyuluh pertanian dan perikanan, ulama dan tokoh masyarakat.

“Tim gabungan yang akan melakukan sosialisasi ke desa-desa, dan dengan pola ini, kita harapkan tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di tahun 2019, jika terjadi dapat kita cegah sesegera mungkin,” ungkap Kepala BNPB.

Sedangkan Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Nazir Foead, menyatakan bahwa di Provinsi Jambi telah dibangun ratusan sekat kanal dan sumur bor.

”Kita telah membangun ratusan sekat kanal dan sumur bor dan juga paket bantuan untuk petani, dalam pengelolaan hutan dan lahan tanpa bakar di tahun 2018. Program ini akan dilanjutkan di tahun 2019, kata Nazir Foead.

Kehadiran Kepala BNPB di Jambi, secara simbolis sekaligus menyerahkan bantuan berupa satu unit mobil komando, pompa karhutla fighter dan masker tahan api.

Pihak Badan Restorasi Gambut, juga menyerahkan bantuan tujuh unit pompa air apung portable, mesin operasional sumur bor sebanyak 40 unit digunakan untuk mengoperasikan 329 sumur bor yang dibangun di Provinsi Jambi tahun 2018. ( Humasprov ).

Kategori Provinsi

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.