Mantan Napi Jadi Kepala Sekolah

BANGKO – Pelantikan puluhan kepala sekolah (kepsek) di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin menuai polemik. Beberapa sekolah menolak penempatan kepsek baru tersebut.

Seperti terjadi di Desa Karang Anyar, Kecamatan Pamenang Barat. Warga menolak kedatangan kepsek baru memimpin Sekolah Dasar (SD) di desa tersebut.

Alasannya, kepsek yang baru dilantik tersebut merupakan mantan narapidana kasus pelecehan seksual.
Penolakan disampaikan dengan melayangkan surat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin.

Warga khawatir kepemimpinan kepsek baru itu mempengaruhi nama baik sekolah. Sekda Merangin, Sibawaihi, membenarkan adanya surat dari warga Karang Anyar tersebut.

Dalam surat itu masyarakat Karang Anyar mempertanyakan alasan mantan napi kasus pelecehan seksual terhadap muridnya diangkat jadi kepala sekolah.

“Surat tersebut ditujukan langsung ke saya,” kata Sekda.

Sekda mengatakan, dalam surat tersebut, bahasa warga sangat halus. Dimana warga mempertanyakan, kenapa mantan napi kasus pelecehan diangkat menjadi kepsek di desa mereka.


“Ini akan dipertimbangkan. Saya akan konsultasi dengan bupati terlebih dahulu. Memang kepsek yang disebutkan warga itu dulu pernah terjerat kasus pelecehan dan telah selesai menjalani hukuman,” sebut Sekda.

Secara pribadi Sibawaihi menilai pengangkatan itu memang tidak layak. Saat pelantikan puluhan kepsek beberapa waktu lalu, ia tidak dilibatkan, sebab yang akan dilantik ditentukan oleh dinas pendidikan yang melakukan penilaian.

“Itu kami lakukan karena memberi otonomi ke dinas pendidikan,” jelasnya.

Kadis Dikbud Merangin, M Zubir mengaku belum mendapat kabar adanya penolakan warga Karang Anyar. Jika memang ada, ia akan mempertimbangkannya.

“Saya belum tahu. Kalau memang ada kami akan membicarakannya dengan bupati terlebih dahulu,” ujar Zubir.  (infojambi.com)

Laporan : Jefrizal

Kategori Pendidikan

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.