Masyarakat Menjerit, Harga Ikan Laut Meroket

Pasar Kuala Tungkal

KUALATUNGKAL – Masyarakat Tanjung Jabung Barat, khususnya warga Kota KualaTungkal, kini mulai merasakan kesulitan untuk mendapatkan pasokan ikan laut.

Sejak sepekan terakhir, berbagai jenis ikan tangkapan  para nelayan tradisional yang dipasarkan di pasar Kualatungkal mulai langka.  Akibatnya, harga ikan segar mulai meroket. Kondisi ini diperkirakan karena cuaca ekstrim, sehingga sebagian nelayan tak berani melaut.

Seorang penjual makanan di Kota Kuala Tungkal, Mbak Tun, mengaku kesulitan mencari ikan sebagai bahan makanan.

“Saya sudah seminggu ini kesulitan untuk mendapatkan ikan laut, udang, ikan bawal, senangin, di Pasar Kuala Tungkal, kalau pun ada harganya cukup mahal, tak sesuai dengan hasil penjualan,” katanya.

Ombaknya sedang lumayan besar dan tinggi, di laut. Makanya jadwal melaut dikurangi, ujar Misran, seorang nelayan pancing.

Biasanya nelayan menjual ikan berkualitas sampai 20 kg. Tetapi sekarang cuma kurang dari 10 kg, itupun ikan campuran,” kata Andy, seorang pedagang di pasar Kuala Tungkal.

Menurut Andy, ada beberapa jenis ikan laut segar yang mengalami kenaikan, Rp 10 ribu hingga  Rp 20 ribu/kg, tergantung jenis ikannya. Begitu juga harga jual tolak dari nelayan.

Kepala KPLP KSOP Tanjab Barat, Junaidi, membenarkan saat ini intensitas gelombang laut, mengalami peningkatan dengan tinggi gelombang antara satu hingga dua meter, katanya.

Faktor lain yang terjadi, sebut Junaidi, adanya perubahan angin Utara dan angin Barat yang kerap menyebabkan munculnya gelombang stabil, dan itu sulit diprediksi.

Pihaknya berharap, agar nelayan lebih berhati-hati jika melaut. Walaupun pihak BMKG belum mengeluarkan peringatan. Namun, kondisi di laut saat ini dapat membahayakan nelayan. (infojambi.com)

Laporan : Raini ll Editor : M Asrori

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.