Mau Hafal Alquran ? Ponpes Syarifah Ibrahim Bisa Jadi Pilihan

Penulis : Alfatih || Editor : Dodik

Belajar Alqur’an di Ponpes Tahfidz Qur’an Syarifah Ibrahim (foto : alfatih)

INFOJAMBI.COM — Saat bulan suci Ramadhan, belajar agama Islam di pesantren terasa lebih semarak. Para santri lebih bersemangat menimba ilmu agama.

Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, ada sebuah pondok pesantren tempat anak-anak belajar menghafal Alquran. Namanya Ponpes Tahfidz Qur’an Syarifah Ibrahim.

Di masa pandemi covid-19 saat ini, para santri dan santriwati yang belajar di pondok pesantren ini masih terbatas. Pembatasan diambil agar santri tidak berkumpul, guna mencegah penyebaran covid-19.

Kendati begitu, di pesantren yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kualatungkal ini anak-anak tetap semangat belajar menghafal Alquran.

Aktifitas belajar biasanya dimulai ba’da subuh hingga menjelang berbuka puasa. Setiap hari masing-masing santri dan santriwati wajib menyetor hafalan ayat Alquran.

Para guru menguji langsung, untuk mengetahui kualitas hafalan anak didiknya. Selain menghafal Alquran, para santri juga mengikuti kajian kitab.

Pondok Pesantren Tahfidz Quran Syarifah Ibrahim berdiri setahun lalu. Saat ini penerimaan santri dibatasi, mengingat pandemi covid-19 belum berakhir.

Setelah Idul Fitri nanti penerimaan santri baru dibuka kembali. Di sini para santri bisa belajar hafalan Alquran dan tajwid, serta pengajian kitab pemula.

“Beberapa kendala sempat dihadapi. Namun, setahun belajar, para santri sudah bisa menghafal satu hingga 20 juz ayat Alquran,” kata Pengasuh Ponpes, Ustazd Muhammad Dahlim Alhafiz.

Annisa Ulhusna, salah seorang santri penghafal Alquran 20 juz, mengaku senang belajar di pesantren ini. Dia berharap wabah corona segera berakhir, agar bisa belajar dan mensyiarkan Islam lebih luas lagi.

“Saya sangat senang belajar Alquran di pesantren ini,” ungkap Annisa singkat.

Seorang santri cilik, Muhammad Khoirul Azzam, juga merasa senang belajar Alqur’an di Pondok Pesantren Syarifah Ibrahim. Pelajar kelas tiga SD yang sudah hafal tujuh juz ini bercita-cita menjadi hafidz Alquran.

“Saya ingin menjadi hafidz Alquran,” ujar Khoirul Azzam.

Usai belajar dari pagi hingga sore hari, para santri dan santriwati berbuka puasa bersama di pesantren ini. Mereka juga melaksanakan shalat fardhu dan tarawih berjemaah. ***

Kategori Agama

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.