Media Sebagai Sarana Edukasi Cara Beribadah di Rumah Saat Bulan Puasa

Oleh : Afriansyah

KINI kita telah memasuki bulan suci Ramadhan, bulan dimana setiap ibadah dan amalan yang dilakukan, seperti puasa, salat tarawih, membaca Al Qur’an, hingga bersedekah, dapat menambah pahala dan berlipat ganda, karena Semakin meningkatnya ibadah yang dilakukan, semakin besar pula keberkahan yang didapat.

Semua umat muslim menyambut bulan Ramadhan kali ini dengan suka cita, karena bulan suci Ramadhan pada tahun ini sedikit berbeda dengan bulan suci Ramadhan yang sebelumnya.

Saat ini kita tengah dihadapkan dengan wabah virus Corona atau covid – 19, hal ini tentu membuat banyak hal yang selalu kita laksanakan di bulan ramadhan harus kita tinggalkan untuk sementara waktu.

Angka jumlah kasus Covid-19 sampai saat ini masih meningkat di berbagai negara. Agar kita tak lengah dan meremehkannya, pemerintah dalam hal ini melalui kementrian agama menginstruksikan kepada masyarakat tentang aturan peribadahan yang harus ditaati.

Tujuan dari himbauan ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona dan untuk keselamatan bersama. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan himbauan dari pemerintah tersebut.

Mengapa hal demikian bisa terjadi?, banyak sekali faktor yang menyebabkan masyarakat tidak mengikuti aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, diantaranya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang tata cara melakukan peribadahan dari rumah, mereka tetap datang ke masjid untuk beribadah karena tidak mau kehilangan momen dalam bulan suci ramadhan yang hanya dapat dinikmati 1 tahun sekali.

Jika mereka yang pengetahuan agamanya rendah ini tidak kemasjid maka mereka tidak akan mampu menjalankan peribdahan di bulan yang suci ini.

Siapa saja pihak yang bertanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat agar mampu beribadah dari rumah, banyak pihak yang mestinya terlibat dalam tugas mulia ini, diantaranya adalah pemerintah dan media.

Pemerintah pada saat ini telah mencoba memberikan sosialisasi mengenai tata cara peribadahan dari rumah (shalat tarawih dan witir) melalui Kepala Madrasah, Kepala KUA, dan Penyuluh Agama Islam.

Hal ini dirasa masih belum efektif dalam mengedukasi masyarakat agar melakukan peribadahan dari rumah. Perlu kolaborasi dari berbagai pihak agar sosialisasi ini dapat berjalan dengan maksimal dan pada akhirnya mampu membuat masyarakat bisa melaksanakan peribadahan dari rumah.

Banyak pihak yang bisa di rangkul dan banyak cara yang bisa dilakukan dalam memaksimalkan hal ini, diantaranya adalah melibatkan peran serta media, karena media memiliki peran yang paling besar dalam suskes atau tidaknya himbauan mengenai proses peribadahan ini.

Kita semua tentu tau bahwa hampir setiap hari masyrakat bersentuhan langsung dengan media, mulai dari media cetak, media online sampai dengan media sosial.

Hal ini dikarenakan masyarakat merasa media merupakan akses bagi mereka untuk mendapatkan informasi, bahkan dapat dikatakan jika kehidupan masyarakat tidak dapat lepas dari yang namanya media sebagai sarana penyampai informasi, karena setiap hari, dalam 24 jam, mulai dari bangun pagi, sampai tidur, masyarakat selalu bersentuhan dengan media seperti menonton televisi, membaca koran, mendengarkan radio, dan mengakses internet.

Bisa kita bayangkan apabila baliho, poster dan media penyampai informasi yang ada dijalan dan selama ini dimanfaatkan oleh elit politik untuk bersosialiasi mengenai diri mereka berubah fungsi dibulan yang suci ini menjadi media penyampai informasi tentang tata cara peribadahan dari rumah, tentu hal ini akan sangat membantu karena masyarakat akan merasa terus dingatkan dengan adanya himbauan berupa poster dan baliho di setiap sudut tempat tinggal mereka dan hal ini tentu akan meningkatkan pengetahuan masyarakat tersebut mengenai cara beribadah dari rumah dengan benar.

Selama masa tanggap covid – 19 ini kita belum melihat semua media memiliki program khusus yang tujuannya untuk mengedukasi masyarakat mengenai tata cara melakukan ibadah di rumah, selama ini yang ditampilkan tetap sama dengan tahun yang sudah-sudah, seperti ucapan melaksanakan ibadah puasa, atau mungkin hanya sebatas himbauan untuk tetap melaksanakan ibadah dari rumah.

Padahal sangat jelas pada saat ini kita berada pada situasi yang berbeda, dan tentunya tidak semua masyarakat mampu melaksanakan ibadah dari rumah karena tingkat pemahaman mengenai tata cara beribadah dari rumah yang berbeda-beda.

Untuk mereka yang memiliki pengetahuan beribadah dari rumah tentu himbauan dari pemerintah akan sangat gampang sekali untuk dilaksanakan, lalu bagaimana mereka yang tidak mampu atau belum memiliki pemahaman tersebut untuk melaksanakan peribadahan di rumah, tentu mereka akan sulit untuk melaksanakan himbauan beribadah dari rumah yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Seyogianya perlu ada program khusus yang dibuat untuk menginformasikan secara detail bagaimana cara beribadah dari rumah. Begitu banyak nara sumber yang bisa di manfaatkan atau diminta kerja samanya oleh media untuk mengedukasi masyarakat, ucapan selamat berbuka puasa dari pejabat pemerintah untuk sementara ini dapat diganti dengan video edukasi bagaimana cara beribadah dari rumah.

Akan sangat baik dan luar biasa sekali apabila pemerintah memberikan himbauan untuk beribadah dirumah sekaligus dengan tata cara bagaimana melakukan ibadah tersebut.

Apabila hal yang seperti ini sudah dilaksanakan dengan maksimal, maka tidak menutup kemungkinan akan membuat masyarakat mulai mengikuti himbauan dari pemerintah untuk melaksanakan peribadahan di rumah saja, dan jika hal ini sudah dilakukan oleh sebagian orang tentu saja tujuan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona akan berhasil sehingga akhirnya kita semua dapat terbebas dari covid 19 serta bisa hidup dengan normal seperti sedia kala. ***

Penulis adalah pemuda Kota Jambi, S-2 Psikologi

Kategori Opini

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.