Mengembangkan Produk Unggulan Kota Jambi Melalui BDC

Pengembangan produk unggulan dan pendampingan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) melalui program Business Development Center (foto: kiri- kanan– M.Mugni, Masrizal, Bagus Giripurwo)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Dirjen Cipta Karya melaksanakan Workshop Business Development Center (BDC) yang merupakan salah satu program dari Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Acara ini berlangsung di meeting room hotel Aston, Jambi, dan diadakan selama dua hari dari tanggal 25 Juli sampai 26 Juli 2017.

Tujuan dari event tersebut adalah sebagai bahan evaluasi bagi BDC kota Jambi yang bernama Kajang Lako Berjayo, yang telah berdiri sejak 21 September 2015. Ada sebanyak 15 BDC yang ada di Indonesia, dan kota Jambi adalah salah satu kota yang terpilih mendapat BDC.

Kehadiran BDC di program KOTAKU bertujuan untuk membantu usaha kecil menengah yang berada di daerah kumuh. Mereka yang mendapat bantuan BDC hanya akan dibantu selama 1 tahun. Setelah bisa mandiri dan tidak macet lagi, diharapkan usaha mereka akan semakin produktif.

Jenis bantuan yang diberikan BDC kepada para pengusaha kecil dan menengah berupa teknik memproduksi, pemasaran, pemasaran, dan lain- lain. Saat ini BDC Kajang Lako Berjayo telah mendata sebanyak 250 usaha kecil dan menengah dari berbagai jenis usaha, seperti suku makanan &minuman, suku batik, suku kerajinan, suku pedagang kaki lima, suku menjahit.

Workshop tersebut dibuka oleh kepala dinas Perumahan Rakyat&Kawasan Permukiman Kota Jambi, Ir. Masrizal, MM. Turut hadir Kepala Manager BDC, M. Mughni, dan Team leader KMW OC 2 KOTAKU, Bagus Giripurwo. Dalam sambutannya Bagus Giripurwo mengharapkan semua masalah BDC Kajang Lako Berjayo bisa diidentifikasikan dan jika bisa dipecahkan di workshop ini. “Omset kita sudah mencapai 180 juta rupiah. Namun sayang dari 250 usaha Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang kita dampingi, hanya 5 yang aktif berproduksi. Ada apa ini? Oleh sebab itulah kami berharap nara sumber pada workshop ini bisa menjabarkan masalah dan pemecahannya,” jelasnya.

Laporan: Lery Ridha Daulay

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.