Sabtu, 15 Desember 2018 | 23:34

Mengenal Lebih Dekat Tentang Organisasi Secara Islam

Tugas Kuliah

Ilustrasi

HAKEKATNYA organisasi merupakan interaksi-interaksi orang dalam sebuah wadah, untuk melakukan sebuah tujuan yang sama. Namun, dalam Islam, organisasi dipandang dengan sisi yang berbeda. Dimana organisasi merupakan suatu kebutuhan dan sangat penting dan organisasi tidak hanya diartikan semata-mata, sebagai wadah perkumpulan beberapa orang dengan cita-cita dan tujuan bersama.

Dalam Islam secara tidak langsung, setiap manusia dituntun untuk berorganisasi dan hidup dalam struktur yang terorganisasi dengan baik. Dalam organisasi untuk mencapai tujuan dan cita-cita dalam sebuah organisasi diperlukan sebuah pemimpin yang mampu memotori dan mengarahkan setiap anggotanya, sehingga tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik dan lancar.

Perintah dalam berorganisasi ini, terdapat di dalam Q.S Al-Hujurat 13 yang artinya berbunyi: “ Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantar kamu disisi Allah, ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”.

Sebagaimana isi kandungan ayat tersebut, bahwa setiap orang berinteraksi dengan lainnya, sehingga tujuan tercapai.

Selanjutnya, bagaimanakah prinsip-prinsip dalam berorganisasi secara Islam? Di dalam Islam terdapat tiga prinsip yang harus diamalkan dalam organisasi dalam Islam. Pertama, prinsip ubudiah (pengabdian diri terhadap Allah), konsep ini meletakkan setiap kerja yang dilakukan sebagai ibadah yang juga akan memperoleh ganjaran pahala di akhirat.

Tentunya dengan menghayati prinsip ini, diharap seseorang anggota (ahli) organisasi akan menjadi ikhlas dalam kerja mereka dan keikhlasan hati adalah penggerak utama ke arah kesungguhan bekerja dan peningkatan prestasi.

Kedua, Prinsip Masuliyyah, prinsip ini menuntut seseorang pegawai dan ahli organisasi, supaya senantiasa berwaspada dan bertanggung jawab ke atas apa yang mereka lakukan atau belanjakan.

Ketiga, Prinsip Itqan, prinsip ini menuntut bekerja dalam mencapai perkhidmatan dan pengurusan cemerlang. Setiap anggota dikehendaki mengutamakan kualiti dan produktivitas di dakam memberi perkhidmatan.

Dalam berorganisasi, sosok pemimpin memegang peranan yang sangat penting dalam mengendalikan sebuah organisasi. Baik buruknya sebuah organisasi tergantung sosok seorang pemimpin.

Bagaimanakah kriteria pemimpin yang baik menurut islam? Pertama, Memiliki sifat fatanah (akal yang cerdas). Kedua, Memiliki sikap amanah yang tinggi, Ketiga, Memiliki sikap iltizam yang tinggi. Keempat, Memiliki sifat Ash-Shiddiq (jujur). Kelima, Seorang pemimpin harus memiliki sifat rela berkorban yang tinggi.

Oleh karena itu, dalam organisasi Islam khususnya dalam masalah kepemimpinan, Islam mempunyai pandangan yang khas dalam masalah kepemimpinan sebuah organisasi. Kepemimpinan dalam kacamata Islam, merujuk kepada kepribadian dan segenap aspek tindakan yang dimiliki oleh Rasulullah s.a.w.

Perlu di sadari juga, bahwasanya sebuah organisasi yang baik dengan kepemimpinan yang baik pula, tentu harus memiliki nilai-nilai Islami yang diyakini oleh seorang pemimpin dan anggotanya. Nilai-nilai itu, berupa nilai keikhlasan, kebersamaan dan pengorbanan.

Dengan demikian, ciri-ciri yang melekat dalam berorganisasi secara Islam merupakan bekerja merupakan ibadah, bekerja dengan azaz menfaat dan muslahat, bekerja dengan mengoptimalkan kemampuan akal, bekerja penuh keyakinan dan optimis, bekerja dengan mensyaratkan adanya sikap tyawazun (keberimbangan), dan bekerja memperhatikan unsur kehalalan serta menghindari unsur keharaman.

Setelah kita mengenal lebih dekat mengenai organisasi dalam Islam, tentu menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi kita, untuk memulai berorganisasi secara Islam, baik dilinkungan kampus, tempat tinggal dan masyarakat sekitar.

Diharapkan, kita dapat menerapkan prinsip dan ciri-ciri berorganisasi yang baik secara Islam, untuk mencapai tujuan bersama. Juga dengan kita ikut berorganisasi akan membuat kita menjadi individu yang lebih baik lagi, guna menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari serta memacu diri sendiri untuk dapat pandai dalam berorganisasi.-

Penulis : Risky Utami Ardi Putri, Intan Titik Mentari, Prio Giri Lawu, Muhammad Yasin Nur Wibowo, Rinda Lestari, A Anno Alfaini dan Tifany Anggina Lubis (Mahasiswa Jurusan Akuntansi Unja).


Kategori Opini

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.