Minggu, 22 April 2018 | 02:01

Mengharukan, Kisah Ridwan Meninggalkan Rekannya Terapung di Laut

Ridwan

INFOJAMBI.COM – KM Kasmawati dengan empat awak di perairan Ujungjabung digulung ombak setinggi tiga meter. Kapal nelayan itu tak mampu bertahan dan tenggelam.

Hanya Ridwan (33) yang berhasil selamat setelah nekat berenang ke pantai sejauh lebih kurang tiga mil. Sedangkan nasib tiga rekannya hingga saat ini masih belum diketahui.

Tim Basarnas yang sejak Sabtu (13/1) sudah terjun ke lokasi belum menemukan para korban itu. Keterbatasan armada dan tingginya gelombang menjadi penghalang tim mencapai perkiraan lokasi para korban.

Berikut penuturan kisah haru Ridwan yang terpaksa meninggalkan ketiga rekannya karena sudah tak sanggup berenang ke pantai :

Kejadian tenggelam jam enam sore, kondisi gelombang waktu itu besar sekali. Sekitar tiga meter. Kami satu kapal empat orang, saya, Rusdi, Yasiman dan Bujang (Johan Asattar).

Saya ingat, kapal kami sempat dihempas ombak sebanyak tiga kali dan langsung tenggelam. Datang lagi ombak besar berikutnya, tenda kapal langsung habis.

Hari itu, kami berpegangan pada sisa puing kapal dan pelampung yang memang selalu kami bawa. Mau berenang tidak tau harus kemana, kami terbawa arus dan gelombang, hari pertama itu hanyut sampai ke perairan Airhitam.

Waktu pertama tengelam itu tepian pantai masih terlihat jelas. Kalau dari hari itu mau menyelamatkan diri masing-masing pasti bisa. Cuma saya masih memikirkan kawan yang lain. Kita pergi bersama, apapun yang terjadi harus sama – sama. Kami selalu kompak dari dulu. Makanya kami sepakat sama-sama bertahan di puing kapal. Kami terombang ambing lebih kurang dua hari dua malam. Sama sekali tidak ada makanan atau minuman.

Yang kami pikirkan ketika itu cuma berharap ada yang datang menolong. Seingat saya awal kami diterjang ombak dan tenggelam di posisi sekitar Parit Melintang, sebelum Desa Sungaijambat dibelakang Tanjung.

Karena tidak ada juga tanda – tanda pertolongan, sementara kami sudah semakin lemah, saya ajak kawan – kawan berenang ke pantai, mereka tidak sanggup. Hanya Rusdi yang mau ikut. Tapi Yasiman dan Bujang mengizinkan saya dan Rusdi berenang ke pantai. Waktu itu sekitar jam tiga sore Sabtu (13/1). Menggunakan pelampung, akhirnya saya dan Rusdi nekad berenang.

Saya berpikir tidak bisa terus pasrah, biarlah berusaha entah kemana sampainya. Karena besarnya gelombang, saya dan Rusdi terpisah. Rusdi entah hanyut kemana. Semalaman saya terus berenang di tengah gelombang yang mengganas melempar kesana kemari.

Akhirnya sekitar jam enam pagi Minggu (14/1) ada yang lewat dan menolong saya. Tokeh udang yang kebetulan mau ke Sungaiitik. Dari mereka saya tahu bahwa posisi saya waktu itu sudah dekat Desa Sungaibenuh (perbatasan Jambi-Sumsel).

Berarti sudah puluhan mill kami terhanyut sejak di lokasi pertama tenggelam. Kawan yang dua orang, Yasiman dan Bujang yang tetap di puing kapal entah bagaimana nasibnya kini. Begitu juga Rusdi.

Saya ingat betul, ketika mula saya memutuskan untuk berenang kawan-kawan sudah tidak sanggup lagi karena sudah lemas. Hidup mati saya ya disinilah kata Yatiman. Padahal kami semua punya pelampung. Saat itu jarak pantai saya kira tidak lebih dari tiga mill.

Kalau saya perkirakan sekarang kawan-kawan yang masih di laut itu mungkin di sekitar Desa Sungaibenuh juga.

Yang mendorong tekad saya untuk nekat berenang sebenarnya Yatiman juga. Dia beramanah ke saya untuk keluarganya.

“Kalau aku sampai meninggal tolong sampaikan dengan keluargaku, ada uang tabungan yang disimpan dalam lemari yang selama ini mereka tidak tahu,” kata Yasiman.

Saya sedih sekali mendengar itu. Seolah-olah Yasiman sudah parah dan tak sanggup lagi menyelamatkan diri. Saya juga masih punya harapan karena masih ada handphone dalam tas. Tas itu waktu saya berenang tetap saya bawa.

BERITA TERKAIT : BPBD Belum Kerahkan Helikopter Cari Nelayan Korban Gelombang Besar

Pada saat ditemukan nelayan saya dibawa ke Desa Sungai Itik dan dijemput tim Basarnas. Saya berharap semua kawan saya selamat. Semoga Allah mendatangkan pertolongan untuk mereka” (Willy Bronson – Tanjung Jabung Timur)

Kategori Lensa

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.