Mensos Luncurkan Layanan e-Warong di Jambi

Penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) seusai peluncuran e-warong || yudi pramono

KOTAJAMBI — Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, meluncurkan layanan e-warong, di Jambi, di rumah dinas Walikota Jambi, Jum’at pagi. Layanan ini untuk memotivasi para penerima Program Keluarga Harapan (PKH). E-warong adalah singkatan dari warung gotongroyong elektronik.

Khofifah mengungkapkan, seluruh layanan e-warong berbadan hukum koperasi. Jambi merupakan kota terakhir dari 45 kota di Indonesia yang menjadi daerah konversi dari subsidi ke bantuan pangan.

Ada 26 ribu penerima bantuan pangan di Kota Jambi. Pemerintah berupaya mempercepat pemberi subsidi pangan menjadi bantuan pangan. Sebelumnya ada raskin (beras miskin) atau rastra (beras sejahtera) yang disubsidi.

Kini, subsidi itu menjadi bantuan. Penerimanya tidak wajib membayar dan bisa memilih. Dulu, penerima raskin masih menemukan beras jelek, berjamur atau berkutu. Di e-warong, bisa memilih beras sesuai keinginan.

Khofifah menjelaskan, Pemprov Jambi akan mengintegrasikan bansos lewat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Dari pemerintah ke BRI zero cost, masyarakat yang mentransaksikan zero cost.

Menurut Khofifah, nilai bantuan pangan, top up setiap bulan Rp 110 ribu. Untuk mendistribusikan bantuan pangan, 1,4 juta penerima manfaat, ada 7.733 e-warong, agen berbasis toko.

Gubernur Jambi, Zumi Zola, sangat mengapresiasi layanan e-warong, karena sangat membantu masyarakat. Layanan e-warong merupakan program Kemensos untuk konversi dari subsidi pangan (beras miskin/raskin dan beras sejahtera/rastra) ke bantuan pangan, berupa beras, minyak goreng, gula dan tepung.

Penerima KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) dari Kemensos dalam Program Keluarga Harapan (PKH) bisa belanja bahan pangan di e-warong, tanpa membawa uang tunai. Saldonya ada di KKS tersebut, Rp 110 ribu per bulan.

“PKH sudah jalan untuk membantu masyarakat miskin. Masyarakat bisa membeli kebutuhan pangan sehari-hari dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Ini di Kota Jambi dulu, nanti menyusul ke kabupaten/kota lainnya,” ujar Zola.

Penerima program ini tidak perlu lagi membawa uang cash, cukup membawa KKS. Selain bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga bisa untuk menabung. Sehari menabung Rp 1.000 pun bisa, kalau menabung Rp 30 ribu sebulan dirasa berat.

“Saya menyebut kartu KKS itu kartu ajaib, bukan hanya bisa digunakan untuk belanja bahan pangan, tapi juga menabung. Gas elpiji juga disediakan dalam layanan e-warong, karena gas sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Zola. (infojambi.com)

Laporan : Yudi Pramono || Editor : Doddi Irawan

 

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.