Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beri Kuliah Umum di Unja, Dorong Jambi Jadi Laboratorium Kebudayaan

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memberi kuliah umum di Kampus Unja, Jumat.

Reporter: SW | Editor: Admin
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beri Kuliah Umum di Unja, Dorong Jambi Jadi Laboratorium Kebudayaan
Gubernur Jambi, Al Haris, mendampingi Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memberi kuliah umum di Kampus Unja, Jumat | foto : novriansah

INFOJAMBI.COMMenteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, memberi kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Jambi (Unja), Jumat (31/7/2026). Fadli Zon hadir di Auditorium Graha Singadekane Kampus Unja Telanaipura, Kota Jambi, didampingi Gubernur Jambi, Al Haris.

Mengangkat tema "Pemajuan Kebudayaan dalam Perspektif Ekonomi Budaya", Fadli Zon menekankan pentingnya menempatkan kebudayaan sebagai pondasi utama pembangunan karakter bangsa. Pemajuan kebudayaan tidak dapat dipisahkan begitu saja dari kemajuan dunia pendidikan modern.

Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52

“Kebudayaan adalah akar dari jati diri kita. Tanpa penguatan budaya, pendidikan akan kehilangan arah, dan pembangunan karakter bangsa tidak akan utuh,” ujarnya.

Fadli Zon memberi apresiasi tinggi atas sambutan hangat Pemerintah Provinsi Jambi dan civitas akademika Unja. Perguruan tinggi didorong aktif tampil sebagai pusat kajian budaya daerah lewat kolaborasi erat bersama pemerintah setempat.

Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim

“Jambi punya potensi besar. Candi Muaro Jambi, tradisi Melayu, dan keragaman etnis adalah laboratorium hidup. Mahasiswa harus turun langsung, meneliti, mendokumentasikan, dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur itu,” tegasnya.

Fadli Zon juga memperkenalkan istilah baru untuk menegaskan kembali posisi geopolitik dan historis Indonesia. Pihaknya menilai konsep nation state kurang tepat untuk mengabstraksikan Indonesia yang kaya akan rekam sejarah panjang.

Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang

“Menurut saya, Indonesia ini bukan nation state, tapi civilizational state. Bukan negara, konsep negara nation state, tapi civilizational state, negara peradaban,” katanya.

Gagasan negara peradaban ini dinilainya sangat relevan dipelajari oleh lingkungan perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika arus globalisasi. Ada tiga tantangan besar, yakni pelindungan warisan budaya yang kian kompleks, perubahan cara penyebaran pengetahuan akibat teknologi, serta tuntutan riset yang solutif bagi masyarakat.

Fadli Zon melemparkan dua pertanyaan kunci mengenai peran strategis kawasan Candi Muaro Jambi dalam membaca ulang jejaring peradaban dunia. Selain itu, pengembangan warisan budaya menjadi sumber inovasi dan kesejahteraan warga tanpa mengorbankan keaslian situs turut menjadi sorotan utamanya.

“Di tengah kompetisi pengetahuan dan teknologi digital global, bagaimana perguruan tinggi dan generasi muda Indonesia dapat hadir sebagai produsen gagasan dan pembentuk narasi, bukan follower, tapi pembentuk narasi dan penggerak masa depan kebudayaan dunia,” ucapnya.

Gubernur Jambi, Al Haris, berterima kasih dan mengapresiasi perhatian Kementerian Kebudayaan terhadap kekayaan budaya Jambi. Kampus seperti Unja dipandangnya sebagai wadah krusial untuk melahirkan pemikir budaya yang mampu bersaing hingga level internasional.

“Kami di Provinsi Jambi berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah pusat menjaga dan mengembangkan kebudayaan. Kampus seperti Unja ini rumah besar untuk melahirkan pemikir-pemikir budaya yang akan membawa Jambi ke kancah nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Al Haris berharap kuliah umum ini mampu memantik semangat para mahasiswa makin mencintai dan mempromosikan kebudayaan lokal. Budaya daerah diyakininya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber energi pembangunan dan ekonomi kreatif.

“Anak muda Jambi harus bangga dengan budayanya sendiri. Jangan sampai kalah dengan daerah lain dalam mempromosikan budaya. Budaya itu bisa menjadi energi pembangunan,” pungkasnya.

Kuliah umum ini diikuti oleh Rektor Unja, para wakil rektor, dekan, dosen, jajaran OPD Pemprov Jambi, serta ratusan mahasiswa. Sesi diskusi berjalan sangat hidup dan interaktif ditandai dengan beragam pertanyaan kritis yang diajukan oleh peserta. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya