Sabtu, 21 Juli 2018 | 20:45

Menunggu Perang Bintang Pilkada Jambi Jilid III

Oleh : Dony Yusra Pebrianto SH MH

PERAYAAN Pesta Demokrasi 5 (lima) tahunan bergulir lagi untuk Jilid III, kali ini 3 (tiga) Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi akan mengadakan Pilkada serentak yakni Kota Jambi, Kabupaten Merangin, dan Kabupaten Kerinci. Dalam hal ini Penulis tertarik untuk menganalisis geopilitik Pilkada di 3 (tiga) Kabupaten/Kota tersebut mengingat dalam sejarahnya Kabupaten/Kota tersebut tergolong sengit setiap kali menyelenggarakan Pilkada.

Kota Jambi sebagai ibu Kota Provinsi Jambi tentunya menjadi salah satu sorotan dalam ajang Pilkada kali ini, wajar kiranya jika Penulis meyakini kiprah para bintang dalam Pilkada kali ini akan sangat membuat sengit Pilkada Kota Jambi yang akan diselenggarakan pada 27 Juni 2018 mendatang.

Sudah barang tentu nama Petahana yakni Sy Fasha menarik untuk dibahas. Sebagai Petahana tentunya Sy Fasha diuntungkan dengan figur yang “agaknya” tidak sulit untuk di branding, mengingat keberadaan Sy Fasha selaku Petahana “dipandang” telah menghasilkan beberapa karya monumental dan bahkan beberapa diantaranya menjadi icon Kota Jambi.

Begitu pula dengan nama Petahana wakil walikota yakni Abdullah Sani yang dikenal memiliki basis massa yang sangat mengakar, ditambah lagi figur Abdullah Sani selama ini yang hampir lima tahun kebersamaannya bersama Sy Fasha cenderung dalam posisi aman-aman saja, setidaknya sejauh ini belum ada pemberitaan negatif yang signifikan yang sampai bisa merusak figur Abdullah Sani yang agamis intelektual.

Namun tentunya baik Sy Fasha dan Abdullah Sani harus tetap berhati-hati hingga akhir masa jabatan, dan dalam hal ini harus tetap waspada dengan isu negatif campaign yang bisa saja dihembuskan baik terhadap janji politik yang belum terpenuhi atau kecacatan pengelolaan Pemerintah Daerah lainnya.

Namun, di samping nama Sy Fasha dan Abdullah Sani, tentunya nama Maulana dan Zumi Laza tidak dapat dikesampingkan. Maulana yang bukan nama asing lagi dalam kancah perpolitikan Kota Jambi tentunya masuk ke dalam hitungan para Bintang, mengingat pada Pilkada sebelumnya Maulana yang mendampingi Sum Indra menjadi saingan ketat Fasha-Sani. Apalagi Maulana juga terlahir dari aktivis pergerakan Mahasiswa sudah barang tentu sangat memahami strategi politik, ditambah lagi dengan gencarnya sosialisasi Maulana akhir-akhir ini kembali mencuatkan nama Maulana jauh ke permukaan.

Namun, Zumi Laza juga bukan nama sembarangan. Anak muda yang satu ini ibarat “tinggal poles”, putera Zulkifli Nurdin mantan Gubernur Provinsi Jambi sekaligus adik kandung dari Gubernur Provinsi Jambi saat ini Zumi Zola. Penulis berani menggunakan istilah “tinggal poles” dikarenakan Zumi Laza setidaknya tidak terlalu sulit untuk dibranding, bukan bermaksud untuk mengatakan bahwa Zumi Laza mendompleng nama besar belaka, namun hal tersebut adalah hal yang tentunya menjadi kelebihan Zumi Laza dibandingkan yang lain dan tentunya patut laza syukuri, tinggal lagi bagaimana memunculkan figur kepemimpinan Zumi Laza.

Kabupaten Merangin, wilayah yang terletak persis di tengah-tengah wilayah Provinsi Jambi menjadi wilayah perlintasan Sumatera tentunya menjadi daerah yang patut dibanggakan oleh Provinsi Jambi. Merangin tentunya tidak kalah seru, perang bintangpun berkemungkinan terjadi di Merangin.

Nama Al Haris, Khafid Moein, Nalim, M Syukur, Salam HD, dan Zaidan Ismail. Agaknya sulit memungkiri pamor nama-nama tersebut, keberadaan Al Haris dan Khafid Moein sebagai Petahana yang berkemungkinan akan berpecah kongsi kali ini tentunya akan menghadirkan persaingan antar mantan Partner pada Pilkada mendatang, apalagi dengan kehadiran nama Nalim yang notabene merupakan mantan Bupati Merangin Periode 2008-2013 yang sudah barang tentu memiliki kekuatan tersendiri mengingat nama besar Nalim yang kembali turun gunung.

Nama senator asal merangin M Syukur juga digadang-gadang akan ikut berkompetisi pada Pilkada Merangin kali ini, M Syukur yang hadir sebagai idola dikalangan pemilih Pemula tentu memiliki kekuatan yang tidak dapat dipandang sebelah mata secara politik, apalagi berkaca dari kemenangan Zumi Zola lalu keberadaan idola Pemilih Pemula berpengaruh signifikan terhadap perolehan suara.

Kalau berbicara Salam HD dan Zaidan Ismail tentunya akan lebih menarik lagi, bagaimana Salam HD yang diyakini banyak orang menjadi salah satu “aktor pemikir utama” kemenangan Zumi Zola lalu, serta Zaidan Ismail yang berasal dari tabir di mana daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki mata pilih paling banyak di Kabupaten Merangin. Sungguh, Merangin akan seru….

Kabupaten Kerinci mewarnai panasnya tensi Pilkada di Provinsi Jambi, dan bahkan bisa dibilang membahas Pilkada di Provinsi Jambi tidak lengkap jika tanpa membicarakan Pilkada Kabupaten Kerinci dengan segala dinamikanya. Dan bahkan dalam perjalanan sejarah Pilkada langsung Kabupaten Kerinci selalu menghadirkan warna tersendiri.

Perang para bintang tentunya tidak dapat dielakkan di Kerinci, setidaknya nama Adi Rozal, Zainal Abidin, dan Monadi menjadi fokus saat ini.

Adi Rozal Bupati Kerinci saat ini tentunya tidak dapat dipandang sebelah mata, bagaimana kita melihat Pilkada 2014 lalu kharisma Adi Rozal yang muncul sebagai akademisi, Agamis, dan bahkan mampu menjadi wakil kepala daerah di negeri orang (pernah menjadi wakil walikota Padang Panjang periode 2003-2008) mampu mengalahkan Petahana sebelumnya yakni pasangan Murasman-Zubir. Kiprah alumni Lemhanas ini di Kerinci memang melesat cepat, mengingat Adi Rozal pada Pilkada sebelumnya terhitung “baru” pulang kampung.

Nama Zainal Abidin wakil bupati saat ini tentunya menjadi fenomena tersendiri dengan perjuangannya memekarkan Kerinci Hilir. Di tambah lagi Zainal Abidin yang kerap hadir langsung di tengah masyarakat baik sekedar “ngopi-ngopi” atau bahkan ikut bergelut menyelesaikan konflik yang terjadi di tengah masyarakat. Setidaknya saat ini Zainal Abidin mampu mencuri hati masyarakat kerinci dengan figur sederhana dan merakyatnya. Di samping itu Zainal Abidin juga memiliki basis massa yang kuat khususnya di Kerinci hilir, namun bukan sebatas itu saja, keberadaan isteri Zainal Abidin yakni Yanti Maria Susanti yang mampu duduk di DPRD Provinsi Jambi 2 (dua) Periode dari Dapil Kerinci-Sungai Penuh menunjukkan bahwa massa Zainal sangat kuat.

Nama Putera Murasman yakni Monadi hadir ke permukaan, di samping nama besar Murasman, Monadi juga hadir sebagai sosok muda enerjik dan berintelektuatlitas tinggi. Betapa tidak, alumni STPD ini juga telah malang melintang dalam dunia Birokrasi dengan segudang pengalaman dan prestasi. Sekalipun Monadi terbilang nama baru dalam urusan politik, namun nama Monadi bukanlah nama baru di telinga masyarakat Kerinci, apalagi mengingat ayahanda Monadi (Murasman) terkenal memiliki massa yang sangat militan bukan tidak mungkin militansi tersebut juga akan ada untuk perjuangan Monadi untuk merebut singgasana BH1DZ.

Di samping nama-nama yang dibahas di atas, masih banyak taburan bintang lain yang belum dibahas, namun yang jelas suatu pesan moril yang wajib disampaikan adalah nama-nama “bintang” tentunya harus diimbangi dengan rasionalitas, di mana memimpin daerah tidak segampang membalikkan telapak tangan, penuh dengan persoalan dan beragam. Memimpin daerah tidak cukup dengan retorika apalagi intrik dan nama besar, tetapi dibutuhkan strategi, program, dan aksi nyata. (infojambi.com)

Penulis adalah Staf Pengajar Fakultas Hukum Unja, Pemerhati Hukum dan Pemilu

 

Kategori Kota Jambi,Opini

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.