Merdeka Versi Anak Pengumpul Rongsokan, Semua Punya Kesempatan Sama

PENULIS : WILLY
EDITOR : DODDI IRAWAN

Bupati Romi menerima tamu seusai upacara (foto : willy)

INFOJAMBI.COM — Sejak kemarin hingga hari ini rangkaian peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tanjung Jabung Timur berjalan penuh khidmat.

Mulai dari pelarungan bunga, Jum’at (16/8/2019) pagi di Sungai Batanghari, yang merupakan simbol penghormatan kepada para pahlawan, dilanjutkan dengan paripurna mendengarkan pidato kenegaraan di gedung DPRD.

Hari ini dilanjutkan dengan upacara pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih, pagi dan sore hari.

Bupati Tanjung Jabung Timur, H. Romi Hariyanto yang menjadi inspektur upacara pengibaran bendera, sedangkan penurunan gantian Wakil Bupati Robby Nahliyansyah yang ambil alih.

Usai upacara pengibaran, Bupati Romi menemui sejumlah tamu di ruang tunggu kantor bupati. Persis berhadapan dengan lapangan tempat upacara.

Kepada para tetamu, Romi menyuguhkan sendiri kopi racikannya dengan peralatan yang selalu ia bawa di mobil dinasnya. Percakapan pun terdengar hangat dan bersahabat.

Ketika salah seorang tamu menanyakan pendapatnya tentang kemerdekaan, Romi dengan mantap menjawab, bahwa kemerdekaan itu ketika siapapun warga negara punya hak dan kesempatan sama, tanpa diskriminasi untuk hidup dan berkarya untuk bangsa.

“Siapapun berhak mendapatkan layanan kesehatan yang baik, berhak beribadah dengan layak, berhak dapat listrik, air bersih, apalagi pendidikan. Karena itu untuk Tanjabtim, saya memastikan upaya terpenuhinya semua layanan dasar itu, akan terus diperjuangkan meski penuh keterbatasan. Saya pastikan itu,” ucap Romi penuh keyakinan.

Begitu pula soal kesempatan, tidak boleh ada diskriminasi terhadap kesempatan berkarya. Petani, nelayan, pedagang, ASN atau buruh, semua punya kesempatan sama untuk berkarya bagi Tanjabtim.

Romi bahkan mencontohkan dirinya sendiri. Diceritakannya, dia bukanlah siapa-siapa.

“Saya ini hanya anak tukang kumpul rongsokan. Ibu saya ibu rumah tangga biasa. Tapi saya mendapat kesempatan untuk memimpin pembangunan Tanjabtim. Bagi saya ini wujud kemerdekaan. Itu tentu berlaku bagi siapapun di Tanjabtim. Saya selalu berpesan setiap kunjungan ke sekolah atau desa, jangan pernah takut bermimpi, karena orang merdeka itu bebas bermimpi,” katanya.

Ayah Romi, Haji Hasan Ismail (70), memang dikenal sebagai penampung rongsokan. Romi muda, sembari bersekolah di SMP hingga SMA setiap hari harus membantu Hasan Ismail mengatur barang rongsokan di tempat penampungannya di Kota Jambi. Romi bahkan ditempah banting tulang ikut bongkar muat setiap truk pengangkut datang. ***

Kategori Tanjung Jabung Timur

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.